Pemprov Sumsel Gelar Shalat Istisqo

Shalat Istisqa - Dengan mengenakan masker, ribuan jemaah mengikuti shalat istisqa di halaman kantor Gubernur Sumsel, Palembang, Selasa (14/10). Berbagai macam upaya untuk menahlukkan kabut asap, seperti melakukan pemadaman kebakaran lahan menggunakan bom air dari udara dan teknologi modifikasi cuaca masih tak membuat kabut asap menipis, bahkan bertambah pekat. untuk itu shalat berjamaah ini diharapkan menjadi solusi terakhir untuk meminta kepada sang pencipta untuk diturunkannya hujan. Foto : Bagus Kurniawan/KS

Dengan mengenakan masker, ribuan jemaah mengikuti shalat istisqa di halaman kantor Gubernur Sumsel, Palembang, Selasa (14/10/2014). | Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (14/10), menggelar Shalat Istisqo, untuk meminta hujan. Shalat ini digelar di halaman Pemprov Sumsel. Pantauan Kabar Sumatera, Shalat Istisqo tersebut di imami KH. Nawawi Dencik Al-Hafiz dan Khatib, H Abdurrahman Romli Al-Hafiz, dip.

Ribuan jemaah, mulai dari pegawai di lingkungan Pemprov Sumsel, ulama, pelajar dan tokoh masyarakat bersama-sama berdoa meminta diturunkannya hujan, agar kabut asap yang kiat pekat di Sumsel, menghilang.

Hasilnya, sekitar 13.30 WIB, langit di Palembang sempat mendung. Hujan pun sempat turun di sejumlah kawasan di metropolis. Sayang, hujan yang turun hanyalah gerimis. Walau pun begitu, kabut asap yang tebal sejak pagi hingga pukul 12.30 WIB, sempat sedikit menghilang.

Dibincangi usai Shalat Istisqo, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, menyesalkan gagalnya operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh BPBD Sumsel, karena tidak menghasilkan setetes pun hujan. “Shalat ini, adalah bagian upaya kita agar persoalan kabut asap bisa diatasi,” ucap Alex.

Alex menyebut, saat ini sudah hampir 7000 hektar lahan di Sumsel, yang sudah terbakar. Oleh sebab itu, ia terus meminta kepada semua instansi terkait agar terus melakukan penanggulangan dengan memadamkan titik-titik api agar asap yang dirasakan bisa berkurang bahkan habis.

” BPBD, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Dinas Kesehatan, dan aparat kemanan selalu berkoordinasi dalam menyelesaikan persoalan asap ini. Memang sudah ada tindakan dari BPBD yang dibantu oleh BNPB Pusat dengan mengerahkan sejumlah helikotper dan pesawat yang melakukan waterboombing di wilayah yang titik apinya semakin banyak,” imbuh Alex.

Namun, lanjut Alex, operasi yang dilakukan seperti water boombing dan membuat hujan buatan melalui pesawat hercules masih juga gagal karena masih tidak adanya awan yang potensial. “Makanya kita harapkan setelah Shalat Istisqo ini, hujan deras bisa segera turun dalam jangka tujuh hari,” ujarnya.

Darurat Asap

Sementara itu Ketua Sementara DPRD Sumsel, MA Gantada meminta Pemprov Sumsel segera menetapkan status darurat asap di Sumsel. Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta, pemerintah lebih keras lagi untuk menanggulangi kabut asap yang kian pekat.

“Kerja BPBD Sumsel, belum maksimal sehingga kabut asap bukannya berkurang malah semakin pekat. Pemerintah jangan membiarkan masyarakat terus menghisap asap, seperti saat ini,” tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *