Pagaralam Diselimuti Kabut Asap

PAGARALAM – Upaya pencegahan agar kabut asap tidak masuk Pagaralam tampaknya tidak bisa dicegah lagi, mengingat keberadaan kabut asap tipis tersebut mulai mengganggu warga terutama pada sore hingga malam hari.

Pantauan di lapangan, sejak dua hari terakhir jumlah asap itu semakin banyak. Bahkan mulai dikhawatirkan akan membawa dampak buruk seperti munculnya beberapa penyakit mulai dari batuk, sesak hingga infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Wali Kota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni menyatakan, saat ini bahaya kabut asap telah menjalar ke mana-mana. Untuk itu, diminta agar para petani untuk tidak lagi melakukan pembakaran lahan pertanian, teramasuk apapun alasannya. Mengingat asap yang dihasilkan, selain dapat berisiko kebakaran hutan termasuk pula berpotensi mengganggu kesehatan seperti batuk dan ISPA.

“Meski titik api (hotspot) di Bumi Besemah ini termasuk kecil jika dibandingkan daerah lain, tapi hendaknya kepada pihak berwenang baik pemerintahan hingga tingkat kelurahan, para tokoh masyarakat agar dapat memberikan pengertian kepada mereka pembakar lahan untuk menghentikan aktivitasnya,” pintanya, kemarin (14/10).

Sementara itu Erwin, salah satu warga Talang Sawah Kecamatan Pagaralam Utara mengatakan, asap yang ada sepertinya bukan dari wilayah Pagaralam.

“Jika diamati, asap tersebut datang dari luar daerah. Tapi justru kita terkena imbasnya, karena kemungkinan ditiup angin kemari,” jelasnya.

Ditambahkan Hairil, petani Dusun Pancijok Kabupaten Lahat meyakini pula bahwa asap yang ada saat ini kemungkinan berasal dari luar daerah Pagaralam.

“Coba liat arah sebelah Timur Pagaralam, banyak bermunculan asap tebal. Sepertinya berasal dari daearah Gumay Kabupaten Lahat, ada yang membakar lahan di sana dengan sengaja. Bahkan tampaknya mereka tak peduli kalau pembakaran lahan itu dapat meluas hingga menghasilkan asap tebal,” katanya seraya berujar dalam dua hari terakhir ada dua unit mobil pemadam bahaya kebakaran bergerak di kawasan Dempo Tengah dan Dempo Selatan, karena kedua daerah tersebut paling rawan kebakaran hutan.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPBD setempat, Herawadi SSos mengaku sedang berada di luar kota. Namun ia sudah mengetahui perihal kabut asap itu, tapi lokasi persisnya ia belum memperoleh datanya.

“Ya, kita tengah berupaya sekuatnya untuk mengantisipasi hal itu,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam Drs Roshan YM MKes mengatakan, asap ini jika semakin membesar dapat membahayakan kesehatan. Sejauh ini asap ini belum terlalu mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas di jalan masih normal.

“Kalau hal itu terus berlanjut bisa berbahaya, mengingat sudah ada beberapa pasien dari luar Pagaralam mengalami sesak napas yang dirawat di RS. Namun sejauh ini belum diketahui secara pasti apakah disebabkan kabut asap atau lainnya,” katanya.

 

TEKS    : ANTONI STEFEN
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *