Kasus Suap Wisma Atlet, KPK Periksa 4 Pejabat Pemprov Sumsel

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) | Ist

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) | Ist

PALEMBANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa pejabat di Sumsel. Selasa (14/10), ada empat pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel yang diperiksa penyidik lembaga anti rasuah itu di Mapolda Sumsel.

Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, pemeriksaan terhadap empat pejabat Pemprov Sumsel itu, terkait dengan aliran dana suap pembangunan wisma atlet di Jakabaring Sport City (JSC).

Pemeriksaan sendiri, dilakukan secara tertutup di ruang rapat Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumsel. Siapa-siapa pejabat yang diperiksa KPK tersebut, tak diketahui jelas.

Sejumlah pejabat yang diperiksa penyidik KPK tersebut, terlihat datang ke Mapolda Sumsel mengenakan kemeja lengan panjang putih dengan celana dasar hitam. Sesekali, mereka terlihat keluar-masuk dari ruang pemeriksaan. Namun, belum ada yang bisa memberikan keterangan.

Tetapi ada dua pejabat, yang identitasnya diketahui sejumlah wartawan. Kedua pejabat dimaksud yakni Kabid Pemberdayaan Olahraga Dispora Sumsel, Irhamni dan Kepala Kesbangpol Sumsel, Yusnin. Sementara dua pejabat lainnya, tidak diketahui.

Di Mapolda Sumsel, sejumlah wartawan sempat bertemu dengan Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokuler Pemprov Sumsel, Irene Camelyn Sinaga. Irene terlihat keluar dan masuk dari ruang pemeriksaan.

Dibincangi wartawan, dia datang ke Mapolda Sumsel sejak pukul 09.00 WIB. Irene datang dengan mengenakan seragam formal, yakni kemeja panjang putih dan rok. Tepat pukul 12.00 WIB, Irene terlihat keluar dari ruang pemeriksaan.

Diceritakan Irene, ia dimintai keterangan oleh penyidik KPK bukan terkait wisma atlet. “Saya dipanggil, untuk diminta keterangan tentang dana hibah ke media tahun 2013. Untuk pemeriksaan wisma atlet, ada atau tidaknya saya tidak tahu,” kata Irene.

Dikatakan Irene, ia datang seorang diri ke Mapolda Sumsel memenuhi panggilan KPK. Menurutnya, surat panggilan dari KPK diterimanya pada Senin (13/10) lalu, memintanya untuk memberikan keterangan di Mapolda Sumsel pada hari ini.

Menurutnya, dana hibah ke sejumlah media di Palembang diberikan untuk peliputan kegiatan Pemprov Sumsel. “Saya optimis tidak ada yang salah, dengan dana ini. Pada pemeriksaan ini, saya hanya dimintai identitas oleh KPK dan ini pemeriksaan perdana,” jelasnya.

Sebenarnya jelas Irene, KPK sempat menawarkan perubahan jadwal pemeriksaan. Karena jadwal pemeriksaan itu, bertabrakan dengan kedatangan KPK dalam seminar penanggulangan korupsi di Indonesia di Pemprov Sumsel.

“Namun, saya menjawab bisa menghadiri pemeriksaan. Sementara seminar KPK, bisa dihadiri oleh staf humas. Sebab itu, agenda pemeriksaan terhadap saya, tidak berubah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha yang dihubungi menyebut, salah satu pejabat yang diperiksa penyidik KPK yakni Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdpora) Sumsel.

“Ada empat orang yang kita periksa, semua keterkaitan kasus Wisma Atlet Palembang. Salah satunya Irhami, Kabid Pemberdayaan Olahraga Dispora Sumsel,” kata Prihasa melalui pesan Blackberry Messenger (BBM).

Disinggung adanya Irene dalam pemeriksaan itu, Priharsa tidak mengetahui apa peran Irene. Pasalnya, dalam agenda pemeriksaan, nama Irene tidak tercantum. Begitu juga saat ditanya apakah ada pemeriksaan terkait dana hibah media, Priharsa menjawab tidak ada. “Kita hanya memeriksa terkait wisma atlet, atas tersangka Rizal Abdullah. Tidak ada agenda pemeriksaan yang lain,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova yang di konfirmasi, juga tak mau banyak bersuara terkait pemeriksaan pejabat Pemprov Sumsel oleh KPK tersebut. Ia menyebut, Polda hanya memfasilitasi KPK. “Kita memfasilitasi, tempat pemeriksaan saja, setelah menerima kordinasi dari KPK. Ini bentuk dukungan Polda Sumel, kepada sesama penyidik di negeri ini,” tukasnya.

 

TEKS          : OSCAR RYZAL

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *