“Kami Rela Antre Demi Air”

Kepala BPBD OKI Azhar saat memberikan bantuan air bersih kepada masyarkat Desa Pangarayan. | Dok KS

Kepala BPBD OKI Azhar saat memberikan bantuan air bersih kepada masyarkat Desa Pangarayan. | Dok KS

KAYUAGUNG – Sebanyak 360 kepala keluarga atau 1.259 jiwa warga Dusun 8 Desa Pangarayan, Kecematan Tanjung Lubuk, OKI, Selasa (14/10)  rela menunggu antrean panjang demi mendapatkan air bersih dari bantuan Pemerintah Kabupaten OKI melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sebanyak 10 ribu liter air yang diangkat dengan mobil tengki ke desa tersebut sangat dinantikan masyarakat, maklum saja sejak musim kemarau ini masyarakat setempat sudah sebulan kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara bagi mereka yang ekonomi mampu bisa mendapatkan air bersih dengan membelinya seharga Rp15 ribu untuk 60 liter air bersih.

Bagi mereka yang tidak mampu, harus rela melangkah kan kali sejauh lima kilo meter baru bisa mendapatkan air di sungai. Kehadiran air bersih yang didistribusikan oleh pihak pemeritah kabupaten OKI secara gratis ini sangat membantuh sekali bagi warga setempat.

“Kami sangat terbantu sekali Pak,” kata Mulyani warga desa setempat.

Jumlah 10 liter air bersih yang telah diperbutkan oleh ratusan masyarakat desa itu, masih dinilai kurang. Masyarakat berharap selama musim kemarau ini, air bersih di desa mereka dapat disuplai terus tanpa harus membayar.

“Untuk di desa Pangarayan kita distribusikan sebanyak 10.000 liter atau satu mobil tangki air bersih, inipun masih kekurangan, nanti akan kita tambah lagi jangan sampai masih ada warga yang tidak kebagian air bersih,” kata kepala BPBD OKI Azhar saat memberikan bantuan air bersih.

Menurut Azhar bukan hanya wilayah Tanjung Lubuk yang akan dibantu air bersih, tetapi seluruh wilayah OKI yang kesulitan air distribusikan air.

“Ini sesuai dengan petunjuk Bupati OKI, tidak boleh ada masyarakat yang kekurangan air bersih, dimusim panas ini bencana yang harus kita tangani diantaranya kabut asap dan kemarau yang menyebabkan masyarakat kekurangan air bersih, selama ini masyarakat mendapatkan air bersih dengan cara membeli, sekarang mereka kita bantu secara gratis,” ungkap Azhar.

Kades  Pangaraian, Jauhari, mengatakan ketika musim kemarau  desanya pasti kesulitan air bersih.

“Sumur masyarakat yang rata-rata kedalamanya sudah 10-13 meter semuanya kering, begitu juga sumur bor yang kedalamanya sudah 100 meter belum keluar air, karena wilayah ini memang wilayah dataran tinggi, kami mengucapkan terima kasih pada pemerintah yang sudah membantu air bersih gratis kepada masyarakat,” katanya.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *