Kabut Asap, Kesehatan Siswa Dikuatirkan

para pelajar dihimbau untuk memakai masker ketika pergi kesekolah karena kabut asap sangat pekat pada pagi hari. | Foto : Iwan Cheristian /KS

para pelajar dihimbau untuk memakai masker ketika pergi kesekolah karena kabut asap sangat pekat pada pagi hari. | Foto : Iwan Cheristian /KS

PALEMBANG – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumatera Selatan (Sumsel), merekomendasikan agar sekolah-sekolah di Sumsel diliburkan setidaknya selama tiga hari karena semakin pekatnya kabut asap. Namun Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, enggan menjalankan rekomendasi tersebut.

Pantauan Kabar Sumatera, sekolah-sekolah di Palembang baik swasta maupun negeri masih menjalankan aktivitas belajar dan mengajar seperti biasa. Di SD Negeri 179 Palembang misalnya, tidak ada aktivitas belajar mengajar yang dihentikan. Sejumlah wali siswa, masih mengantarkan anaknya.

“Ya, kabutnya tebal. Sebenarnya kuatir juga dengan kesehatan anak, tetap bagaimana lagi tetap saja kita harus mengantarkan anak ke sekolah. Alternatif nya, gunakan masker agar kualitas udara yang buruk tidak berdampak pada kesehatan,” kata Kiki (28), warga Bukit Besar Palembang yang dibincangi, Selasa (14/10).

Pengakuan senada diterangkan Indah Yusliana, warga Jalan Letnan Simanjuntak, Palembang. Ia mengaku, mempunyai anak yang masih duduk dibangku kelas 1 SD IT Auladi, Kenten, Palembang. “Setiap hari, saya harus mengantarkan akan ke sekolah di pagi hari. Memang jadwal masuk sekolah sudah diundur, tetapi itu tidak berarti banyak. Sebab pukul 07.00 WIB, kabut asap sangat pekat,” keluhnya.

Harusnya kata Indah, pemerintah mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah. Tetapi karena tidak ada kebijakan tersebut, mau tidak mau dengan kondisi kabut asap yang pekat dan membahayakan kesehatan, tetap saja ia harus mengantarkan buah hatinya untuk sekolah.

“Kuatir sih kuatir, tetapi kalau tidak sekolah nanti dia ketinggalan belajar. Apalagi, saat ini anak saya mid semester. Walau kabut asapnya pekat dan berbahaya bagi kesehatan, tetap harus ke sekolah,” ucapnya.

Pantauan Kabar Sumatera sekitar pukul 07.00 WIB, kabut asap masih sangat pekat sampai pukul 12.00 WIB. Sekitar pukul 13.30 WIB, hujan sempat mengguyur sejumlah kawasan di Palembang walau hanya beberapa menit saja sehingga tidak menghilangkan kabut asap yang menyelimuti metropolis.

Sejumlah anggota DPRD Sumsel yang dibincangi Kabar Sumatera, berharap pemerintah mengambil tindakan untuk mengatasi kabut asap ini. Ketua sementara DPRD Sumsel, MA Gantada yang dibincangi di ruang kerjanya mendesak Disdik Sumsel menjalankan rekomenasi BLH Sumsel tersebut.

“BLH mengeluarkan rekomendasi, tentu sudah berdasarkan kajian. Kalau BLH merekomendasikan sekolah di liburkan harusnya itu dilaksanakan. Jangan sampai mengorbankan kesehatan,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Pendapat tak jauh berbeda diungkapkan anggota DPRD Sumsel, Novran Marjani. Menurutnya, Disdik memang harus meliburkan sekolah sesuai rekomendasi BLH. Pasalnya, seperti rekomendasi BLH, kualitas udara di Sumsel sudah sangat-sangat berbahaya untuk kesehatan. “Harusnya, sekolah memang diliburkan dengan kondisi kabut asap yang kian pekat saat ini,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, Zulinto mengatakan, Disdikpora akan mengkaji untuk meliburkan sekolah. Namun saat ini jelasnya, Disdikpora mengambil kebijakan untuk memundurkan jadwal masuk sekolah.

“Itu sudah dilakukan. Kami juga, sedang mengkaji untuk meliburkan siswa. Tapi, dengan hujannya hari ini (Selasa), mungkin tidak sampai diliburkan. Karena kabut sudah mulai berkurang,” tukasnya.

 

TEKS              : ARDHY FITRIANSYAH/ALAM T




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *