Desa-Desa Bakal “Berhambur” Uang

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

MUARAENIM – Pada 2015 mendatang, desa-desa di Indonesia termasuk di Muaraenim bakal “berhambur” uang. Bagaimana tidak, sedikitnya kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Muaraenim, Fajeri Erham melalui Kabid Pendapatan dan Aset Desa Baharudin, ada tujuh Item dana yang akan dikelola desa.

Diantaranya, pendapatan asli desa, dana dari pemerintah pusat berupa bagi hasil pajak dan retribusi daerah, bagian dana perimbangan keuangan, bantuan keuangan dari Pemprov Sumsel, bantuan dari kabupaten, sumbangan pihak ketiga serta lain-lain pendapatan desa yang sah.

“Besarnya uang yang dikelola desa ini, harus diimbangi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa baik kepala desa (kades) maupun perangkat desa. Sehingga pengelolaanya, tidak melenceng dari petunjuk teknis (juknis) serta tidak terjadi kesalahan dalam pelaporan,” terang Baharudin yang dibincangi, Selasa (14/10).

Dari pemerintah pusat saja jelasnya, pada 2015 ada program Satu Desa Satu Milyar (SDSM). Namun dalam program ini, tidak semua desa akan mendapatkan dana Rp 1 miliar dari pemerintah pusat. Besaran dana yang didapatkan desa, tergantung dengan berbagai faktor diantaranya, jumlah penduduk, luas wilayah, angka kemiskinan dan kesulitan geografis atau akses desa.

Program ini jelas Baharudin, implementasi dari Undang-Undang (UU) Nomor 43 tahun 2014 tentang Desa. BPMD terangnya, sudah mendapatkan salinan UU tersebut, termasuk peraturan turunannya yakni Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 60 tahun 2014. “Namun petunjuk teknis (juknis) program ini, belum ada. Kita masih menunggu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri),” sebut Baharudin.

Untuk launcing program SDSM ini lanjut Baharudin, ia belum mengetahuinya. Namun, dipastikan tahun depan program tersebut sudah berjalan. BPMD jelasnya, akan berupaya maksimal meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) perangkat desa, melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk pelaksanaan program tersebut.

“Kita rencanakan pada Nopember atau Desember mendatang, akan menggelar Bimtek bagi kepala desa (kades) dan perangkat desa. Diharapkan melalui kegiatan ini, para kades dan perangkatnya akan mampu atau paham, dalam pengelolaan keuangan desa dari APBN,” tukasnya.

 

TEKS           : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *