Ada 200 Pasar Ilegal di Palembang

ilustrasi Pasar | Dok KS

ilustrasi Pasar | Dok KS

PALEMBANG – Ratusan pasar yang dikelola swasta atau masyarakat yang dikenal sebagai pasar tumbuh di Palembang, ternyata tidak memiliki izin dari PD Pasar Palembang Jaya. Padahal, berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pedoman Perizinan, Penataan, dan Pengelolaan Pasar Swasta mewajibkan seluruh pengelola pasar meminta izin untuk beroperasional.

“Ada sekitar 200 pasar tumbuh yang dikelola swasta dan masyarakat. Namun, hingga kini baru 10 pasar saja yang memiliki izin dari PD Pasar Palembang Jaya, lainnya belum,” kata Kasubid Perencanaan, Data, dan Informasi PD Pasar Palembang Jaya, Fahria Suziana, Selasa (14/10).

Menurut Fahria, PD Pasar telah melakukan sosialisasi dan upaya pendekatan agar pengelola pasar mau mengurus izin ke PD Pasar. Namun, cukup sulit mendekati sejumlah pengelola, khususnya pasar yang dikelola oleh masyarakat. “Contohnya pasar tumbuh yang berada di Jalan Mujahiddin, saat ini tidak memiliki izin yang dikeluarkan PD Pasar,” jelasnya.

Fahria mengaku, kesulitan lainnya, karena lahan yang digunakan untuk pasar tumbuh tersebut lahan milik warga itu sendiri bukan milik pemerintah. Ditambah lagi, di dalam Perwali itu belum ada sanksi jelas.

“Sehingga pengelola pasar tumbuh itu, enggan mengurus perizinan ke PD Pasar Palembang Jaya. Pendekatan yang kami lakukan, selalu mentah dan tidak ditanggapi. Tahun ini kami hanya berhasil pendekatan dengan pengelola pasar Poligon saja,”akunya.

Fahria menyebutkan, jika pasar tumbuh itu memiliki izin, pastinya akan berdampak positif, khususnya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kalau aturan yang ada sifatnya tegas, pasti tidak akan ada yang mangkir dari kewajiban mengurus perizinan ini. Pemkot juga akan diuntungkan dengan meningkatnya PAD dari kontribusi yang bisa diambil dari pedagang ini,”sebutnya.

Fahria menambahkan, saat ini, baru ada 10 pasar tumbuh yang mendapat izin dari PD Pasar Palembang Jaya. “10 pasar tersebut yakni Pasar Multi Wahana, Pasar Griya Musi, Pasar Lebong Gajah, Pasar Pagi KM 5, Pasar Sentosa, Pasar Cakna, Pasar Simpang Kramasan, pasar Klinik 7 Ulu, Pasar Pagi Lemabang dan pasar Poligon,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *