Udara DI Ogan Ilir Level Mengkhawatirkan

Pengendara Menggunakan Masker akibat Pekatnya Kabut Asap | Dok KS

Pengendara Menggunakan Masker akibat Pekatnya Kabut Asap | Dok KS

  • Warga Desak Polres Tindak Pembakar Lahan

 

 

INDERALAYA – Kabut asap yang setiap harinya menyelimuti Kabupaten Ogan Ilir (OI), khususnya di Kota Inderalaya dan sekitarnya membuat masyarakat geram. Bahkan, warga mendesak agar pihak terkait seperti Polres, TNI dan Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD), OI untuk menangkap oknum pembakar lahan yang dinilai sangat meresahkan. Warga juga menilai, udara di OI saat ini dalam tahap menghkawatirkan bagi kesehatan.

Tokoh Pemuda OI, Arwin Novansyah mengatakan, kabut asap yang bersumber dari pembakaran lahan saat ini masuk dalah level mengkhawatirkan. Menurutnya, selain mengakibatkan gangguan kesehatan, kabut asap juga bisa menimbulkan kecelakaan lantaran jarak pandang pengendara berkurang. “Ya, kabut asap ini sudah pada level mengkhawatirkan. Kita meminta, polisi bertindak tegas dan menangkap oknum pelaku pembakaran lahan,” tegasnya, saat dihubungi via seluler, Senin (13/10).

Selain itu, lanjut Arwin, BPBD OI juga harus bekerja ekstra keras untuk memadamkan api yang melahap lahan gambut akibat ulah oknum warga yang tidak bertanggung jawab. “Saya lihat, BPBD OI sudah bekerja maksimal dalam menanggulangi bendana asap, namun lantaran banyaknya lahan terbakar, kita minta lebih ekstra lagi,” paparnya.

Bahkan, sambung Arwin, BPBD OI bisa meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (PBK), Kota Palembang untuk memadamkan api. “Mobil PBK Palembang saya lihat banyak. Mungkin BPBD OI bisa minta bantuan,” harapnya.

Hal senada juga diungkapkan Dedi, warga Indralaya. Menurutnya, kabut asap yang dalam beberapa terakhir menyelimuti Ogan Ilir khususnya Kota Inderalaya sangat meresahkan. “Jelas kami resah Mas. Anak-anak sekolah jadi terganggu. Kami terpaksa pakai masker semua. Selain kesehatan, kabut asap juga bisa menyebabkan kecelakaan. Kita minta pihak terkait menangkap dan menidak tegas oknum warga pembakar lahan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD OI sementara, H Ahmad Yani mengaku prihatin dengan kondisi udara di OI. Menurutnya, Pemkab OI bekerjasama dengan TNI dan Polres sudah melakukan penanganan kabut asap dengan maksimal. “Memang masih ada 2 titik panas di Kecamatan Lubuk Keliat, kita imbau kepada masyarakat tidak membakar lahan secara sembarang,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat mengatakan, pihaknya sudah menindak tegas pelaku pembakaran lahan di area PTPN VII Cintamanis. “Ada dua orang oknum warga pembakar lahan. Keduanya kita sudah serahkan di Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus), Polda Sumsel. Kita saat ini terus berupaya melakukan pendekatan kepada tokoh

masyarakat dan warga agar tidak membakar lahan,” singkatnya.

 

TEKS     : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *