“Perhatikan Pendidikan dan Kesehatan, Pasien Jangan Ditolak !”

Ishak Mekki, Wakil Gubernur Sumatera Selatan | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Ishak Mekki, Wakil Gubernur Sumatera Selatan | Foto : Bagus Kurniawan/KS

KAYUAGUNG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Ir H Ishak Mekki, MM meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI untuk lebih memperhatikan bidang pendidikan dan kesehatan, selain peningkatan bidang infrastruktur.

“Jangan hanya sebatas infrastruktur, kami minta untuk bidang kesehatan dan pendidikan juga mesti ada peningkatan, karena selain program pemerintah provinsi Sumsel, itu juga program yang telah berjalan di OKI selama kepemimpinan saya,” kata Ishak Mekki saat menyampaikan sambutannya pada peringatan HUT Kabupaten OKI ke-69 tahun di gedung DPRD OKI, Senin (13/10).

Kata Ishak Mekki, peningkatan bidang pendidikan dan kesehatan, tak kalah pentingnya dengan pembangunan infrastruktur, karena kata dia, bila satu bidang pendidikan sangat lemah. Di mana banyak ditemui masyarakat yang anak-anaknya tidak mendapatkan pendidikan layak, serta masyarakat sulit mendapatkan pelayanan. Maka daerah tersebut belum dikatakan maju.

“Dan, Indonesia akan tertinggal kalau bidang pendidikannya demikian,” ujar Ishak.

Lanjut Ishak, untuk mewujudkan hal itu, pemerintah kabupaten OKI, bisa meningkatkan fasilitas dan sarana pendidikan, dan mendata masyarakat mana yang belum merasakan pendidikan. Sementara dibidang kesehatan, bisa didirikan Poskesdes dan Puskesmas. Satu desa satu Poskesdes, minimal masyarakat bisa menjangkau tempat pelayanan kesehatan.

“Jangan ada lagi pasien yang ditolak karena tidak ada biaya. Karena semua masyarakat berhak mendapatkan pengobatan gratis,” tegas Ishak.

Mengenai pendidikan khususnya di OKI, memang diketahui tak sedikit sekolah yang masih kekurangan dalam hal sarana dan prasarana. Sehingga proses kegiatan belajar mengajar tidak berjalan maksimal. Seperti sebelumnya yang dialami oleh SD Filial di Kecamatan Cengal, di mana kondisinya saat itu seperti “sangkar kambing”.

Karena bangunan yang belum permanen, berlantai tanah dan berdinding papan serta beratap daun nipah. Untuk bidang kesehatan, kondisi yang dihadapi, seperti di sejumlaj poskesdes di kawasan desa-desa terpencil. Malasnya para petugas masuk kerja, akibatnya masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Seperti yang terjadi di wilayah perairan Sungai Aur Pedamaran, yang mana poskesdes jarang ada petugas kesehatan jaga.

Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis menyebutkan, pihaknya berjanji sejumlah sekolah filial yang sebelumnya tak layak pakai itu, sudah dianggarkan untuk dilakukan perbaikan.

“Pokoknya sudah kita anggarkan, nanti tidak lagi kondisinya seperti dulu,” ujarnya.

Ujar Lubis, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan hingga kepelosok desa, pihaknya tahun ini kembali membangun poskesdes baru, sebanyak 21 di sejumlah wilayah Kabupaten OKI.

“Itu juga kita bangun Poskesdes, tak lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,” tandasnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *