Pelayanan Air Bersih Harus Memuaskan

MUARAENIM – Air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat, karenanya menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Muaraenim, H Taufik Rahman, pelayanan air bersih kepada masyarakat harus semaksimal mungkin dan bisa memuaskan masyarakat.

Karenanya kata Taufik, PDAM Lematang Enim harus meningkatkan kinerjanya dalam pelayanan kepada pelanggannya. “Sekarang pembangunan intake di Jembatan Enim II, sudah selesai. Dengan selesainya pembangunan intake tersebut, maka pelayanan air bersih harus memuaskan.Jangan sampai warga banyak mengeluh, karena dalam tiga hari harus menguras bak sebab air yang keruh,” kata Taufik dibincangi usai meninjau pembangunan intake di Jembatan Enim II, Senin (10/10).

Ia menerangkan, pembangunan intake tersebut adalah bagian peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat Muaraenim. Selain intake, ada sejumlah fasilitas lainnya yang dibangun oleh PDAM Lematang Enim. Tujuannya, agar pelayanan air bersih bisa memuaskan.

Pembangunan sejumlah fasilitas air bersih itu terangnya, menghabiskan biaya Rp 97 miliar yang dananya berasal dari Bank Dunia. Dana tersebut ujarnya, adalah dana pinjaman yang harus dikembalikan selama 24 tahun.

“Karenanya dana pinjaman itu, harus dimaksimalkan untuk peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Air bersih yang di distribusikan kepada masyarakat, harus benar-benar bersih dan jangan sampai mengecewakan masyarakat,” pesannya.

Untuk masyarakat yang di pedesaan, yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM sebutnya, Pemkab Muaraenim akan memaksimalkan program Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP-SPAM) yang saat ini sudah optimal dilakukan di beberapa desa dalam Kabupaten Muaraenim.

Di mana program ini, mengoptimalkan peran masyarakat dalam pengelolaan air bersih yang di fasilitasi Pemkab Muaraenim. “Rencananya hari ini, ada studi banding dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat ke Pemkab Muaraenim untuk mempelajari pengelolaan BP-SPAM di Kabupaten Muaraenim,” ujarnya.

Sementara itu, itu Direktur PDAM Lematang Enim, Puryadi menyebut, dengan selesainya dibangun intake Jembatan Enim II berkafasitas 50 liter perdetik, maka untuk penyaluran air bersih ke pelanggan di Kota Muaraenim menjadi 160 liter perdetik.

“Intake Jembatan Enim II ini sudah selesai dibangun, sekarang lagi menunggu PLN untuk pemasangan instalasi listrik yang direncanakan akhir Oktober atau awal November, setelah itu baru bisa difungsikan,” tukasnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *