Ishak Mekki : Jaga Wilayah, Jangan Ada Titik Api

Ishak Mekki, Wakil Gubernur Sumatera Selatan | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Ishak Mekki, Wakil Gubernur Sumatera Selatan | Foto : Bagus Kurniawan/KS

KAYUAGUNG – Wakil Gubernur Sumsel, Ir H Ishak Mekki, mengintruksikan kepada seluruh kepala desa untuk mengawasi wilayahnya masing-masing agar tidak muncul titik api, terutama desa yang wilayahnya terdapat lahan gambut, hal ini ditegaskan Ishan Mekki saat menghadiri paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) OKI ke 69 tahun di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OKI, kemarin (13/10).

Menurut mantan bupati OKI ini, hampir setiap tahun saat memasuki musim kemarau Sumsel dilanda bencana kabut asap akibat hasil pembakaran lahan.” Kita ketahui bersama OKI salah satu daerah yang memproduksi kabut asap, banyaknya titik kebakaran lahan gambut di kabupaten OKI, selain beberapa kabupaten lainya, seperti Ogan Ilir, Banyuasin dan beberapa daerah lainya, bahkan akibat asap ini, saya baca di koran terjadi kecelakaan lalulintas di OKI” kata Ishak Mekki.

Lanjut Ishak, pihaknya meminta kepada seluruh kepala desa agar lebih mengawasi wilayahnya masing-masing jangan sampai titik api di desa yang dipimpinya meluas.

“Kita selalu diintruksikan oleh pemerintah pusat, untuk menangani kabut asap, sementara yang paling tahu kondisi wilayah itu adalah, bupati, camat dan kepala desa. Ujung tombaknya adalah kades, kades harus berperan untuk mengawasi wilayahnya dari munculnya kabut asap, jika hanya mengandalkan tim terpadu, tentu kekuatanya terbatas, kades harus ada didepan,” tegasnya.

Ishak tak menapik, kabupaten yang pernah dipimpinnya itu selama dua priode, merupakan wilayah penyumbang asap, karena wilayah OKI merupakan kabupaten terluas di pulau Sumatera dan didominasi oleh lahan gambut.

“Saya pernah 10 tahun memimpin OKI, jadi tahu betul, tradisi masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, begitu juga saat mencari ikan dan mencari kayu yang tertanam di lahan gambut, warga harus membakar gambut terlebih dahulu,” jelasnya.

Selain peran serta kepala desa di lapangan, Wagub meminta kepada personil tim penanggulangan asap, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan Bupati harus bersinergi.

“Memang harus ada tindakan tegas kepada pelaku pembakaran, untuk memberikan efek jera harus ada pertanggung jawaban dihadapan hukum. Jadi saya minta kepada aparat bila ada warga yang kedapatan membakar lahan, harus segera ditangkap,” pintanya.

Bupati OKI, Iskandar, mengatakan, pihaknya bersama tim penanggulangan kebakaran lahan gabungan dari BPBD, Kodim 0402 OKI, Manggala Agni serta masyarakat peduli api terus melakukan pemadaman, melalui personil yang sudah disiagakan melalui beberapa posko di lima kecamatan yang rawan kebaran lahan.

“Kendala yang kita hadapi, selain jangkauan yang jauh, peralatan juga terbatas, kemudian sulit mendapatkan Sumber air juga menjadi kendala dalam memadamkan api di lahan gambut,” ungkapnya.

Memadamkan api dilahan gambut menurut bupati tidak semudah memdamkan api di lahan daratan, butuh air yang banyak juga butuh kerja keras.

“Ketebalan Lahan gambut mencapai 3-8 meter, setelah kita padamkan di satu titik, pada saat kita anggap api itu sadah padam, dan ketika anggota berpindah untuk memdamkan di lokasi lain, api yang kita anggap sudah padam tadi dalam waktu satu jam bisa hidup lagi, jalan keluarnya harus dipadamkan oleh hujan,” tandasnya.

 

TEKS      : DONI AFRIANSYAH
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *