Dinkes Empat Lawang Siapkan 10 Ribu Masker

Ilustrasi Masker | Dok KS

Ilustrasi Masker | Dok KS

EMPAT LAWANG – Dampak kabut asap, kini mulai dirasakan masyarakat Empat Lawang. Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap dirasakan pekat sehingga membuat mata perih dan menganggu jarak pandang.

Pantauan Kabar Sumatera, Senin (13/10), sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, kabut asap sangat pekat. Di Jembatan Musi, Jembatan Musi II dan beberapa kawasan lainnya, misalnya, kabut cukup tebal saat pagi dan sore hari.

Hawa panas, juga terasa saat siang hari. Namun warga yang memakai masker belum terlalu banyak terlihat, hanya sebagian perempuan saja yang memakai masker. Padahal pemakaian masker saat beraktivitas di luar ruangan sangat dianjurkan guna menghindari berbagai penyakit akibat kabut asap.

“Asap mulai terasa, beberapa hari ini. Pernafasan mulai terganggu, mata mulai perih. Asap ini mungkin asap datangan, karena di Empat Lawang tidak ada lahan gambut,” kata Mardian (43), warga Kelurahan Pasar Tebing Tinggi yang dibincangi Kabar Sumatera, kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Empat Lawang, Khairulah menerangkan Dinkes hingga kemarin, sampai kemarin Dinkes belum menerima laporan adanya warga yang mengalami penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), akibat kabut asap. “Namun nanti akan terus kami pantau, baik di rumah sakit maupun di Puskemas,” terang Khairulah dihubungi melalui ponselnya, kemarin.

Bagaimana dengan masker ? menurut Khairullah, Dinkes Empat Lawang sudah mendistribusikan masker tersebut ke Puskesmas. Ada 10 ribu stok masker, yang di distribusikan ke Puskesmas.

Jika kabut asap di Empat Lawang semakin pekat, maka masker tersebut akan dibagikan ke masyarakat. “Kita masih memiliki stok masker, sebagian sudah kita bagikan ke kantor-kantor. Jika kabut asapnya semakin pekat, akan kita bagian ke masyarakat. Masyarakat di pedesaan, bisa mendapatkan masker ini di Puskesmas,” tukasnya.

 

TEKS           : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *