Bentong Kuto Besak “Haram” untuk PKL

Pedagang Kaki Lima (PKL) yang Berjualan di Benteng Kuto Besak yang Menjadi Icon Andalan Kota Palembang, | Foto : Ist

Pedagang Kaki Lima (PKL) yang Berjualan di Benteng Kuto Besak yang Menjadi Icon Andalan Kota Palembang, | Foto : Ist

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, akan tetap mengharamkan kawasan pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). Asisten I Pemkot Palembang, Sinta Raharja mengatakan, larangan tersebut dilakukan dengan mengedepankan aspek keserasian, keindahan kota dan kenyamanan pengunjung BKB.

Karena terangnya, BKB merupakan salah satu ikon Kota Palembang untuk menyaksikan jembatan kebanggaan warga Palembang yakni Ampera. “Awalnya yang berjualan hanya sedikit. Namun, seiring berjalannya waktu, pedagang semakin banyak,” terangnya.

Sinta menegaskan, para pedagang tetap tidak diperbolehkan berjualan di kawasan objek wisata tersebut. “Saya tegaskan, di BKB tetap di larang untuk berjualan. Jadi, siapapun tidak boleh lagi berjualan. Saya minta Satpol PP segera membersihkan tempat tersebut dari pedagang. Jangan ada tebang pilih, karena kawasan itu sebagai ikon Kota Palembang,” tegasnya.

Tapi sambung Sinta, pemkot akan menyiapkan tempat berjualan di sekitar BKB. Misalnya, di samping eks Kantor Sat Pol PP. “Pastinya kami berikan solusi. Apabila kurang pencahayaan, kami akan siapkan penerangan lampu,” terangnya..

Sementara itu, ratusan pedagang yang bisa menggelar dagangannya di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang BKB (P2BKB), Senin (13/10) melakukan aksi di depan Kantor Wali Kota Palembang.

Ratusan pedagang tersebut menuntut agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, mengizinkan mereka kembali berjualan di kawasan BKB. Karena sudah satu bulan terakhir, pedagang dilarang berjualan.

Koordinator Aksi (Korak) P2BKB, Panji Krisna mengatakan, larangan itu dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sekitar sebulan lalu. Padahal ratusan pedagang, menggantungkan hidupnya dari menggelar dagangan di kawasan BKB, karena ramai pengunjung.

“Pedagang di BKB terdiri dari pedagang mie tektek, bakso, mie ayam, minuman, mainan, aksesoris dan lainnya. Kami berharap agar Pemkot Palembang, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota dapat memberikan izin berjualan di BKB. Kami siap membuat surat pernyataan untuk mematuhi ketentuan yang ditetapkan Pemkot Palembang,” kata Panji, kemarin.

Menurut Panji, sebelumnya pedagang diperbolehkan berdagang di BKB. Bahkan masyarakat banyak yang setuju. Karena, di BKB menyediakan tempat hiburan rakyat murah meriah seperti permainan anak-anak, makanan khas Palembang dan lainnya.

“Tapi, tiba-tiba pemkot melarang pedagang berjualan dengan alasan BKB adalah objek wisata. Seharusnya, dengan adanya hiburan dan penjual makanan bisa lebih memikat pengunjung,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *