“Asap Sangat Menganggu Kami”

PRABUMULIH – Sepertinya kemarau panjang tak mengenal tempat baik dataran rendah maupun tinggi. Akibat dari pembakaran lahan yang terus menerus dilakukan masyarakat guna membuka lahan, maka asap yang ditimbulkan akhirnya mengakibatkan penglihatan terganggu di kota Prabumulih.

Dari pagi hingga petang hari, kabut asap menyelimuti seluruh wilayah kota yang dijuluki ‘Kota Nanas”. Pekatnya kabut asap otomatis sangat mengganggu aktivitas warga.

Berdasarkan pantauan Kabar Sumatera di lapangan, bahwa di setiap kecamatan di Kota Prabumulih tak ditemukan pembakaran lahan yang berarti. Cerita Iskandar, warga Muntang Tapus, tebalnya kabut asap yang menyelimuti kota Prabumulih sungguh menyesakan nafas warga.

“Dan. kami sebagai warga Prabumulih berharap kepada Pemerintah Kota Prabumulih agar dapat mengantisipasi terjadinya kabut asap,” ujarnya.

Senada dengan Iskandar, PNS bernama Efrizal yang tinggal di Pangkul Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Prabumulih mengatakan, kabut asap yang menyelimuti Prabumulih membuat matanya pedih.

“Kabut asap ini sudah sangat mengganggu aktivitas para warga. Jadi, harapan kami agar warga berhati-hati di jalan karena jarak pandang hanya 200 meter,” ungkapnya.

 

TEKS   : IRSAN MATONDANG
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *