Premi Asuransi Kendaraan Tumbuh 10 persen

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Pertumbuhan premi industri asuransi kendaraan hingga triwulan ini dinilai tumbuh positif dengan rata-rata pertumbuhan diatas 10 persen dibanding tahun lalu.

Menurut data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) wilayah Palembang, kinerja jasa asuransi otomotif menunjukan perkembangan signifikan lantaran adanya  Ketentuan tarif premi yang telah diatur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga memberikan banyak peluang bagi tiap perusahaan asuransi untuk memperluas penetrasi pasar.

Ketua AAUI cabang Palembang, Suwedi mengatakan, meski  banyaknya tantangan yang dihadapi industri otomotif saat ini seperti aturan uang muka kredit dan sebagainya namun kinerja jasa asuransi kendaraan otomotif tetap baik.

“Premi asuransi kendaraan tumbuh 10% di tahun ini, hal ini selain seiring mulai sadarnya konsumen akan manfaat asuransi bagi kendaraan mereka, juga lantaran adanya ketentuan OJK tentang penetapan tarif premi asuransi serta ketentuan biaya akuisisi, terhitung sejak Januari lalu,” katanya, Minggu (12/10).

Jelasnya, dalam ketentuan itu, OJK telah mengatur penetapan batas atas dan batas bawah tarif premi, kecuali untuk asuransi gempa bumi. Tarif batas atas ditetapkan dengan tujuan melindungi kepentingan masyarakat dari pengenaan premi yang berlebihan (over-pricing).

Sedangkan penetapan tarif batas bawah bertujuan mencegah tarif premi yang tidak memadai yang dapat menyebabkan perusahaan asuransi tak mampu membayar kewajibannya saat terjadi klaim.

“Sejak ada ketentuan tarif premi  ini membuat para pelaku industri asuransi khususnya otomotif bisa disiplin dan tepat dalam menentukan besaran tarif premi berdasarkan risiko. Disamping itu masyarakat pun juga semakin mudah berasuransi karena tak lagi dipusingkan dengan tawaran besaran premi yang ditawarkan perusahaan,” ujarnya.

Ketentuan tarif premi yang diatur OJK, menurutnya, telah mendengar berbagai aspirasi, sehingga penerapan ketentuan ini industri asuransi Indonesia sudah menunjukan pertumbuhan yang baik dan persaingannya pun sudah sehat, termasuk dalam memberi perlindungan kepada konsumen asuransi.

Melihat pertumbuhan ini, Suwedi optimistis industri asuransi otomotif masih tumbuh subur. Meskipun banyak aturan yang menghambat penjualan mobil, ia yakin pertumbuhan penjualan kendaraan baru terus melaju.

Terlebih lagi, dunia otomotif di Kota Palembang juga terus menggeliatnya sehingga jadi alasan utama pihaknya terhadap target peningkatan premi
asuransi otomotif.

“Bergairahnya industri asuransi otomotif juga  tak lepas dari gencarnya pabrikan otomotif mengeluarkan varian baru, kini hampir semua produk dan jenis kendaraan sudah banyak diikutkan dalam program asuransi, Seperti, kendaraan umum, pribadi, angkutan barang serta beberapa mobil yang memiliki penetrasi pasar cukup bagus,” tutupnya.
TEKS     : AMINUDDIN

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *