Pemkab dan Dewan Muara Enim tak Berdaya Hentikan Angkutan Batubara

Truk Angkutan Batubara | Dok KS

Truk Angkutan Batubara | Dok KS

MUARA ENIM – Angkutan batubara dari Kabupaten Lahat menuju Palembang, yang melintasi Kabupaten Muaraenim, semakin merajalela. Selain menimbulkan kecelakaan, kemacetan dan debu batubara, juga menyusahkan kendaraan umum lainnya.

Walaupun begitu, ternyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Kabupaten Muaraenim tak berdaya menghentikan angkutan batubara tersebut. “Kita tidak bisa berbuat apa-apa, sebab angkutan batubara ini adalah kewenangan provinsi, karena melintasi jalan umum,” kata Sekda Muaraenim, H Taufik Rahman saat dibincangi, kemarin.

DPRD Muaraenim terangnya, juga sudah meminta gubernur meminta agar menghentikan angkutan batubara yang melintas di jalan umum tersebut. Gubernur sendiri ucapnya, sudah mengeluarkan surat edaran yang isinya melarang angkutan batubara untuk melintas di jalan umum. Namun, keberadaan angkutan batubara semakin marak.

Dengan kondisi tersebut ucapnya, masyarakat harus bersabar dan menganggap sebagai cobaan dari Allah SWT. “Semoga Allah SWT, memberikan petunjuk kepada pemangku kepentingan dan pejabat pengambil kebijakan, bisa mengatasi angkutan batubara ini sehingga tidak lagi melintas di jalan umum. Sebab keberadaan angkutan batubara menganggu lalu lintas dan menganggu kesehatan,” ucap Taufik yang dibincangi usai penanaman pohon di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan intake Jembatan Enim II.

Terkait penanaman pohon yang dilakukan dalam rangka hari habitat sedunia, kata sekda penanam pohon ini untuk membuat Muaraenim semakin sejuk di masa-masa mendatang. Apalagi daerah DAS harus dijaga dengan baik, jangan sampai terjadi erosi. “Dengan penanaman pohon ini kita harapkan, udara di Muaraenim ini semakin segar dan tidak tercemar. Selain itu untuk menjadikan Muaraenim semakin hijau,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Cipta Karya (CK) Muaraenim, H Ramlan Suryadi menerangkan, penanaman pohon ini dilakukan dalam ranga memperingati hari habitat sedunia, yang dilakukan pihaknya bekerjasama dengan PDAM Muaraenim.

Pohon yang ditanam sekitar 200 batang, berupa mahoni, tembesu, salam, jabon, pulih dan jenis lainnya. “Yang ditanam disekitar DAS intake Jembatan Enim II dan intake Talang Jawa,” tukasnya.

 

TEKS         : SISWANTO

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *