Pembangunan SMPN 15 tanpa Pengawasan

Sejumlah pekerja, tengah menyelesaikan pembangunan SMPN 15 Lubuklinggau. Walau pembangunan SMP tersebut, progresnya sudah hampir 50 persen namun sampai saat ini Disdik Lubuklinggau belum menunjuk pejabat yang bertanggungjawab dalam proyek tersebut. | Foto : T Masri Syah/KS

Sejumlah pekerja, tengah menyelesaikan pembangunan SMPN 15 Lubuklinggau. Walau pembangunan SMP tersebut, progresnya sudah hampir 50 persen namun sampai saat ini Disdik Lubuklinggau belum menunjuk pejabat yang bertanggungjawab dalam proyek tersebut. | Foto : T Masri Syah/KS

LUBUKLINGGAU – Aneh, mungkin kata ini yang paling tepat menggambarkan kinerja Dinas Pendidikan (Disdik) Lubuklinggau dalam administrasi dan pengawasan terhadap kegiatan yang dilakukan dinas tersebut.

Bagaimana tidak, dalam pembangunan SMP Negeri 15 Lubuklinggau yang berada di Kelurahan Marga Rejo, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, walau pembangunannya sudah berjalan bahkan progresnya sudah mencapai 50 persen tetapi belum ada pejabat yang ditunjuk sebagai penanggungjawab dalam proyek tersebut.

Pantauan Kabar Sumatera, kemarin, pembangunan gedung SMP Negeri 15 tersebut, terus dikerjakan. Kepala tukang pengerjaan pembangunan SMP N 15 Lubuklinggau, Iwan yang dibincangi Kabar Sumatera, kemarin mengaku pembangunan sekolah baru tersebut sudah hampir 50 persen rampung.

Pada Desember nanti jelas Iwan, pembangunanya ditargetkan selesai. “Sudah hampir 50 persen, dinding sudah hampir selesai. Setelah dinding langsung kita pasang atap, kalau sudah atap bisa dikatakan 80 persen selesai,” jelas Iwan, kemarin.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Program Disdik Lubuklinggau, Asep Herdiana yang dibincangi Kabar Sumatera di ruang kerjanya menyebut, pembangunan SMPN 15 Lubuklinggau itu menggunakan dana APBD Lubuklinggau dengan anggaran Rp 1,2 miliar untuk fisik dan Rp 450 juta untuk pembebasan lahan.

Bagaimana dengan pengawasan ? Asep, enggan memberikan keterangan. Alasanya, itu bukan kewenangannya. “Bidang program, hanya menyiapkan program pembangunan dan anggaranya. Sedangkan pelaksanaannya, ada di Kasi Sarana dan Prasarana,” terangnya.

Namun setelah itu dikonfirmasi ke Kasi Sarana dan Prasaran,Yusmarizal yang mengaku hanya bertanggungjawab untuk pembebasan lahan dan menyarankan untuk menanyakan balik persoalan teknis ke Kabid Program, barulah Asep mau menjelaskan persoalan sebenarnya. “SK untuk pelaksana teknis, sebenarnya sudah ada. Namun Karena Kepala Disdik sedang naik haji, SK nya belum bisa dikeluarkan,” terangnya.

Lalu, siapa yang bertanggungjawab dalam pembangunan SMPN 15 tersebut, bukankah pembangunanya sudah berjalan ? Asep menyebut tidak tahu. “Tidak ada, karena saya tidak tahu siapa pejabat yang ditunjuk sebagai pelaksana teknis dalam SK tersebut. Nanti, kalau saya yang datang mengawasi kesana, kalau ada apa-apa gimana,” tukasnya.

 

TEKS          : T MASRI SYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *