Jalur Khusus Batubara Molor Lagi

Truk Angkutan Batubara | Dok KS

Truk Angkutan Batubara | Dok KS

PALEMBANG – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), untuk melaunching penggunaan jalan khusus batubara yang dibangun PT Servo pada Oktober ini, tampaknya kembali belum dapat direalisasikan. Pasalnya jalan khusus angkutan truk batubara tersebut masih dalam proses perbaikan.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumsel, Robert Heri mengatakan, proses jalan khusus angkutan batubara yang dibangun PT Servo dan diambilalih PT Titan tersebut, saat ini masih dalam proses perbaikan.

“Sekarang lagi dalam proses penaikkan badan jalan sekitar 1,5 meter, dari tinggi badan jalan yang lama. Tujuannya, agar jalan ini tidak terkena banjir lagi,” kata Robert yang dibincangi, kemarin.

Selain melakukan penaikkan badan jalan setinggi 1,5 meter, di jalan khusus angkutan truk batubara ini juga akan dibangun gorong-gorong, yang selama ini hanya terkesan seperti bendungan. “Untuk Oktober ini bukan, untuk launching tapi untuk proses uji coba,” terang Robert.

Robert menjelaskan, setelah melakukan penaikan jalan setinggi 1,5 meter dan pembangunan gorong-gorong sudah selesai, barulah akan dilakukan launching untuk jalan khusus angkutan truk batubara tersebut. “Mudah-mudahan jalan khusus angkutan truk batubara ini, awal tahun depan sudah bisa dipakai atau digunakan. Namun untuk tanggal pastinya, saya belum tahu,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, jika jalan khusus angkutan truk batubara tersebut sudah selesai dan telah berjalan dengan maksimal, maka pihaknya akan mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh pihak perusahaan pertambangan.

“Surat himbauan ini berisi agar seluruh angkutan truk batubara tidak melintas lagi jalan umum. Bagi yang melintas di jalan umum, akan diberikan sanksi seperti pencabutan izin usaha perusahanaan,” tegasnya.

Robert menambahkan, untuk urusan berapa yang harus dibayar pihak perusahaan yang akan melewati jalan khusus angkutan truk batubara tersebut pihaknya tidak tahu menahu. “Itu bukan urusan kita, karena itu urusan bisnis mereka. Kalau kita ikut campur maka kita salah,” tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *