Harga Karet Anjlok, Penduduk Miskin Terancam Bertambah

Ilustrasi Jual Beli Hasil Karet | Dok KS

Ilustrasi Jual Beli Getah Karet | Dok KS

BANYUASIN – Anjloknya harga karet saat ini di Sumatera Selatan (Sumsel) termasuk di Kabupaten Banyuasin, mengancam bertambahnya jumlah penduduk miskin di Bumi Sedulung Setudung tersebut.

Sebab menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banyuasin melalui Sekretaris Dinsos, Suhidin, karet masih menjadi komoditi utama. Sebagian besar masyarakat Banyuasin jelasnya, adalah petani karet.

“Dengan jatuhnya harga karet ini, kemungkinan bertambahnya masyarakat miskin di Banyuasin sangat mungkin terjadi,” kata Suhidin saat dibincangi di ruang kerjanya, kemarin.

Berapa banyak warga miskin di Banyuasin ? Suhidin mengaku tidak hafal. Menurutnya, jumlah pasti masyarakat miskin di Banyuasin tersebut sebaiknya ditanyakan langsung ke Badan Pusat Statistik (BPS).

Dinsos jelasnya, hanya melaksanakan program untuk mengatasi kemiskinan. Sejumlah program terang Suhidin, sudah dilaksanakan Dinsos. Misalnya, program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kemudian program ekonomi produktif dengan membentuk kelompok bersama (kube), atau pun Program Keluarga Harapan (PKH).

Program-program tersebut bebernya, diharapkan bisa membantu masyarakat miskin untuk meningkatkan penghasilannya sehingga mereka bisa keluar dari garis kemiskinan. “PKH misalnya, adalah program Kementrian Sosial (Kemensos). Program ini, bertujuan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat,” ujarnya.

Dalam PKH sebut Suhidin, masyarakat miskin yang masuk dalam program tersebut akan mendapatkan bantuan. Nilainya, berbeda antara satu peserta dengan peserta lainnya tergantung dengan kondisi peserta tersebut.

“Ada empat kriteria penerima PKH, yakni ibu hamil dan balita mendapatkan bantuan Rp 800 ribu, anak usia SD Rp 400 ribu dan anak usia SMP Rp 800 ribu per tahun. Tapi, per PKH maksimal mendapatkan bantuan Rp 2,2 juta per tahun. Tidak bisa lebih dari itu,” tukasnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *