Hadapi MEA, Sarjana Harus Miliki Kompetensi

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015, tak lama lagi akan segera masuk. Paling tidak dengan MEA, semua lini akan dihadapkan dengan sejumlah tantangan di beragai sektor. Tak terkecuali dunia kampus. “Oleh sebab itu, para alumnus perguruan tinggi, harus punya kompetensi, jika tidak MEA akan menggilasnya dan sarjana akan terbuang,” ujar DR Muhajirin, MA, dosen Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang, belum lama ini.

Oleh sebab itu menurut Muhajirin, semua perguruan tinggi, terutama Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTAIN) harus mempersiapkan diri untuk bisa masuk dalam kompetisi, dengan membuak diri untuk siap masuk ke tempat orang lain, dalam arti membekali diri dengan pengetahuan non agama. “Agama itu penting, tetapi menguasai bidang tertentu juga penting sehingga alan siap berhadapan dengan persaingan,” ujarnya.

Sebab menurut Muhajirin, hadrinya MEA di tengah kita, setiap personil dari semua tingkatan akan berbicara sebagai bagian dari warga dunia. “Karena itu, masyarakat Indonesia tidak boleh anti orang lain yang akan masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Dengan demikian, sarjana papaun, terutama sarjana PTAIN keilmuannya standar harus dipersiapkan oleh lulusan PTAIN. Selain itu, lulusan PTAIN, lanjut Muhajirin, juga harus mengasah bahasa baik Inggris maupun bahasa Arab. “Kompetensinya juga harus jelas. Sebab, basis kompetensi yang jelas merupakan hal yang sangat penting. Jika kompetensinya tidak jelas, bagaimana bisa masuk ke “pergaulan” internasional, termasuk bidang ekonomi,” ujarnya.

 

TEKS    : AHMAD MAULANA

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *