Penambangan Batubara Liar Kian Marak

Ilustrasi Tmbang Batubara | Ist

Ilustrasi Tambang Batubara | Ist

MUARAENIM – Aksi penambangan batubara liar di Kecamatan Lawang Kidul, semakin marak. Kondisi ini diperparah, dengan tidak adanya tindakan pihak tertentu dalam melakukan penertiban. Padahal penambangan batubara ilegal ini, bisa membahayakan sebab penambang liar itu nekat mengambil batubara dengan membuat lubang sedalam 50 meter.

Maraknya penambangan batubara ilegal ini, diakui Sekretaris Camat Lawang Kidul, Sapranudin. Ia mengaku prihatin, dengan aksi penambangan batubara ilegal tersebut. Menurutnya, salah satu penambangan batubara ilegal itu tak jauh dari SMAN 1 Lawang Kidul, Keban Agung.

Disana jelasnya, para penambang membuat lubang sedalam 50 meter untuk menambang batubara tanpa dilengkapi peralatan keselamatan yang memadai. “Inikan, kalau dibiarkan bisa membahayakan, harus ada tindakan pencegahan dari semua pihak,” kata Sapranudin.

Tak hanya disana, di Desa Darmo tepatnya tak jauh dari Jembatan Desa Darmo juga ada penambangan batubara ilegal. Tetapi penambangan itu, sudah di stop oleh Kepala Desa (Kades) Darmo.

“Penambangan batubara ilegal ini, marak sejak enam bulan terakhir. Kita tidak tahu, siapa yang menyuruh mereka untuk menambang secara ilegal. Tetapi informasi yang saya dapatkan, ada penambang yang nekat membangun terowongan di kedalaman 50 meter,” sebut Sapranudin.

Penambang-penambang tersebut jelas Sapranudin, bukanlah warga Lawang Kidul atau Muaraenim. Mereka kata Sapranudin, informasinya adalah para eks penambang emas di Cikotok, Jawa Barat (Jabar).

Namun sambungnya, ada warga Lawang Kidul yang mengambil keuntungan dari penambangan ilegal ini. “Misalnya, ada tukang ojek yang dibayar membawa karung batubara. Mereka dibayar Rp 1000 sampai Rp 2000 per karung seberat 50 Kg. Dalam satu hari, tukang ojek ini bisa membawa 100 karung batubara,” ucapnya.

Kondisi ini bebernya, akan dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim. “Informasi ini, akan disampaikan dengan camat. Camat lah nantinya, yang akan melaporkannya ke bupati. Ini tidak bisa dibiarkan, sebab membahayakan,” tukasnya.

 

TEKS         : SISWANTO

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *