Musim Hajatan, Harga Ayam Melambung

Ilustrasi Peternakan Ayam | Ist

Ilustrasi Peternakan Ayam | Ist

PAGARALAM – Pasca Hari Raya Kurban 1435H/2014M, harga kebutuhan bahan pokok sejauh ini masih melambung, bahkan sepertinya mau naik lagi. Sementara sejumlah warga di Bumi Besemah mulai menggelar hajatan dan kegiatan dimaksud seperti sudah menjadi tradisi. Sehingga hal itu mempengaruhi meningkatnya permintaan terhadap sejumlah  kebutuhan bahan pokok, termasuk harga ayam pramuka tetap melambung seusai lebaran.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, Jumat (10/10), disejumlah pasar Inpres dan pasar  Induk Nendagung Kota Pagaralam, harga ayam pramuka saat ini masih dikisaran Rp.45 ribu per ekor, semula harganya Rp 38 ribu per ekor.

Kom (55), salah satu agen ayam pramuka di Pasar Induk Terminal Nendagung mengakui hal itu. Menjelang dan sesudah lebaran Idul Adha, harga ayam pramuka naik sekitar Rp5 ribu atau semula Rp. 40 ribu per ekor menjadi Rp. Rp. 45 ribu per ekor.

“Sejak dua pekan terakhir, harga ayam pramuka sudah naik menjadi Rp 45 ribu per ekor,” katanya.

Pedagang ayam pramuka lainnya, Dayat (48) berujar, pasca lebaran permintaan meningkat, sehingga berpengaruh dengan harga jual ayam pramuka. Harga ayam pramuka mengalami peningkatan antara Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu per ekor.

“Pasca Idul Adha, permintaan pasar meningkat akibat banyak masyarakat Pagaralam yang menggelar hajatan dan syukuran. Begitu pula harga  ditingkat agen yang ada di Palembang, Muba dan Lubuk Linggau memang sudah naik,” katanya seraya berujar kita tidak menaikan harga secara sepihak, karena tidak ada istilah menyetok ataupun menimbun baik menjelang maupun usai lebaran.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menenggah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM PP) Kota Pagaralam, Rahmad Madro SSos mengatakan, pasca lebaran memang banyak masyarakat  yang menggelar hajatan dan syukuran.

“Tampaknya sudah menjadi tradisi, banyak warga Pagaralam menggelar hajatan pasca Idul Adha. Sehingga kebutuhan maupun permintaan ayam pramuka meningkat, bahkan  dapat berlangsung hingga awal tahun 2015 nanti,” terangnya.

Namun begitu, lanjutnya, kebutuhan ayam bukan hanya untuk Pagaralam saja, tetapi termasuk pula daerah sekitarnya seperti Tanjung Sakti, Jarai, Pajarbulan dan Muarapayang Kabupaten Lahat.

“Bagi pedagang ayam pramuka diminta agar tidak menaikan harga secara sepihak, meskipun adanya peningkatan permintaan akibat banyaknya warga yang hendak menggelar hajatan,” ujarnya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *