Bidan PTT Belum Terima Gaji 7 Bulan

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

INDERALAYA, KSSebanyak 70 bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI) atau tersebar di 16 Kecamatan dalam melaksanakan tugasnya, sudah 7 bulan ini tidak menerima gaji honorernya sebesar Rp600 ribu perbulannya.

“Sudah tujuh bulan belum dibayar, perpanjangan Bidan PTT juga belum keluar, kami benar-benar sudah dirugikan,” ujar beberapa bidan PTT yang namanya tidak mau ditulis secara lengkap.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Ogan Ilir (OI), dr Hj Siska Susanti melalui Kasubag Kepegawaian Dinas Kesehatan Ogan Ilir Hj Emi Ariani SKM didampingi Kabid Perencanaan Dinkes Ogan Ilir Hendra Kudeta ketika dikonfirmasikan, membenarkan, kalau ke 70 bidan PTT dibawah naungan Dinkes Ogan Ilir selama 7 bulan ini belum menerima honor gaji sebesar Rp 600 ribu perbulan perorangnya.

“Jumlah bidan PTT yang dianggarkan Pemkab OI sebanyak 70 orang, mereka ditugaskan di 16 kecamatan, memang sudah tujuh bulan ini mereka belum menerima honorer,” ujar Hj Emi.

Dibeberkan Hj Emi, system pembayaran honorer gaji bidan PTT, dilakukan system triwulan pertama, kedua dan ketiga. “Untuk triwulan pertama sudah selesai kita bayarkan, yakni Januari, Februari dan Maret, sedangkan untuk triwulan kedua, dari April hingga Oktober ini yang  memasuki triwulan ke empat saat ini belum kita bayarkan honorer gajinya,” bebernya.

Menurut Hj Emi, pihaknya sudah mengusulkan ke bagian Keuangan Pemkab Ogan Ilir untuk pembayaran gaji honorer bidan PTT tersebut.

“Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama gaji honorer tersebut segera turun dan akan dibayarkan sekaligus,” harapnya.

Disinggung adanya potongan, Emi membantah bila setiap pembayaran honorer gaji bidan PTT dilakukan pemotongan. “Itu tidak benar adanya pemotongan tersebut, tapi kalau belum dibayar sudah 7 bulan, memang betul, karena kita memberlakukan system triwulan, bukan setiap bulan,” tegasnya.

Beda dengan bidan PTT yang dianggarkan dari APBN katanya, sampai saat ini tidak ada masalah, karena mereka menerima gaji langsung masuk kerekening masing-masing.

 

TEKS    : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *