Harga Karet Turun, Petani Menjerit

Getah Karet | Dok KS

Ilustrasi Getah Karet | Dok KS

INDERALAYA, KSHarga komuditas karet saat ini terus mengalami penurunan seiring dengan musim kemaran yang berkepanjangan. Harga karet yang dalam beberapa bulan terakhir masih menyentuh diharga Rp 8.000-Rp 7.000 per kg, kini terjun bebas di level Rp 6.000-Rp 5.000 perkg. Akibatnya, dengan kondisi tersebut, banyak petani karet menjerit dan bingung untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Risman, petani karet asal Desa Betung II, Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir (OI), Jumat (10/10), mengatakan, sejak dua bulan terakhir tepatnya mulai Agustus 2014 yang lalu kembali harga karet turun dari 7000/kg menjadi 6000/kg.

Diakui Risman, dari satu hektar kebun karet yang dimilikinya, dalam seminggu menghasilkan 30kg karet, namun kondisi ini diakuinya selama musim kemarau berlangsung, jika bukan musim kemarau dalam satu hektar kebun karet bisa menghasilkan 60kg karet.

“Kalau musim kemarau getah karet memang sedikit lain kalau pada musim penghujan,” ujar Risman.               Dengan penghasilan Rp 200 ribu per minggu, Risman mengaku kewalahan untuk menutupi kebutuhan hidupnya sehari hari, belum lagi untuk biaya anak anak sekolah, tetapi apa mau dikata kenyataannya memang harus dijalani.

“Kalo dibilang kurang ya kurang, dari hasil penjualan karet dalam seminggu sekitar 200ribu hanya cukup untuk beli sayur diwarung, belum untuk biaya lainnya, kendati demikian tetap bersyukur,” papar Risman.                Lanjutnya, pada musim panas atau musim kemarau pohon karet tidak bisa dipupuk paling tidak untuk mengantisipasi agar getah karet tetap ada para petani memberikan pupuk berbentuk cairan yang disemprotkan ke pohon karet yang kegunaannya untuk merangsang produksi getah karet agar lebih maksimal terutama pada musim kemarau.

Karena menurut Risman, selama musim kemarau produksi getah karet berkurang dibandingkan pada musim penghujan, begitu juga bila saat pohon karet berbunga juga produksi getahnya berkurang.

“Kalau musim kemarau memang produksi getah berkurang lain halnya kalau pada musim penghujan getah karetnya banyak, sama halnya kalau pada saat pohon karet sedang berbunga produksi getahnya sedikit,” pungkas.

 

TEKS    : JUNAEDI ABDILLAH

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *