Tanaman Penghijauan Banyak Mati

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

EMPAT LAWANG – Diduga kurangnya perawatan, tanaman penghijauan yang dikelola Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Empat Lawang, banyak yang mati. Terlebih saat musim kemarau seperti sekarang ini, tanaman yang tersebar di sepanjang jalan poros Tebing Tinggi-Pendopo, jalan lingkar Sekip-Talang Gunung, kondisinya sangat memperihatinkan.

Pantauan Kabar Sumatera, Kamis (9/10), puluhan batang pohon untuk penghijauan yang ditanam di sekitar jalan poros Tebing Tinggi-Pendopo, jalan lingkar kota Tebing Tinggi Musi II-Sekip, terlihat banyak mati.

Sebagian tanaman yang masih hidup pun boleh dikatakan hidup segan mati tak mau, karena hanya tinggal batang yang kerdil dan beberapa lembar daun. Selain tanaman yang sudah banyak mati, pagar keliling untuk melindungi tanaman dari serangan hewan pemakan tumbuhan ataupun melindungi tanaman dari ancaman lainnya, kondisinya sudah banyak yang rusak. Bahkan ada tanaman yang sama sekali tidak berpagar lagi.

Menurut sejumlah warga, matinya tanaman ini bukan karena musim kemarau saja, melainkan kurangnya pemeliharaan. Harusnya tanaman ini dibersihkan dari gulma pengganggu, sehingga tidak menghambat pertumbuhan tanaman.

Apalagi memasuki musim kemarau ini, tanaman yang masih kecil perlu disiram, karena pada umumnya tanaman yang baru ditanam belum mampu menyerap sumber air yang jauh di bawah dasar tanah.

AN, salah satu warga Kelurahan Tanjung Kupang, sangat menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai, program itu terkesan mubazir dan hanya membuang uang negara saja. Pasalnya, tanaman tersebut tak mendapatkan perawatan setelah ditanam.

Padahal sebut AN, tidaklah sedikit anggaran dari pemerintah yang dikeluarkan. Semestinya, instansi terkait. serius dalam menjalankan program pemerintah “go green” itu, sehingga benar-benar terealisasi.

“Wajar kalau mati, bahkan ada beberapa tanaman lainnya sudah lama mati setelah ditanam. Artinya program ini belum berjalan maksimal, melainkan hanya membuang uang saja,” kata AN.

Dikatakannya, banyaknya tanaman mati ini mesti dievaluasi oleh instansi terkait. Sehingga, kedepannya program ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. “Menganggarkan dana bisa jadi mudah, tapi untuk mewujudkannya bukanlah mudah. Buktinya, sudah banyak uang negara yang dikeluarkan, namun hasilnya jauh dengan apa yang diharapkan,” cetusnya.

Kepala BLH Empat Lawang, Darno Bakar yang di konfirmasi melalui Kabid Amdal, Iskandar, terkesan ingin menghindar dan tak ingin ditemui. Sementara Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Pengolahan Limbah, Tukimin, enggan memberikan komentar. “Saya bukan tidak mau berkomentar, karena saya bukan membidanginya. Saya akan jawab selagi itu sesuai kapasitas saya, kan kalau salah jawab nanti jadi masalah juga,” tukasnya.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR      : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *