Studi Banding ke Lombok Demi Pelayanan, Sedot APBD Kota Senilai Rp 500 Juta

PAGARALAM – Guna menambah wawasan berikut meningkatkan pelayanan kepada masyarakat luas, sebanyak 18 orang lurah diberangkatkan untuk melakukan studi banding ke Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu kemarin (8/10). Demikian dikemukakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan (BPMK) setempat, Drs Samsul Bahri Burlian MSi, saat dihubungi via ponselnya, kemarin (9/10).

Ia mengatakan, jumlah rombongan yang diberangkatkan sebanyak 49 orang termasuk 18 Lurah dari 35 Kelurahan yang ada. Kemudian 2 orang dari unsur pemerintahan umum, 2 dari Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH), 1 orang dari BPBD, 1 dari Disbudpar, 1 dari Satpol PP, 2 orang dari Disperindagkop, 2 dari kecamatan, ada juga Asisten 1, serta 3 orang dari BPMK, sisanya panitia.

Adapun agenda yang akan dilakukan lanjutnya, merupakan kegiatan kunjungan ke pemerintah setempat. Nantinya peserta akan lebih melihat bagaimana pengelolaan administrasi pemerintahan, khususnya di tingkat kelurahan hingga kecamatan.

“Kegiatan ini tidak hanya mengenai pemerintahan saja, tetapi termasuk pula masalah pengembangan usaha yang ada, seperti kerajinan, industri dan lainnya,” kata Samsul.

Namun begitu, kegiatan studi banding yang menyedot dana APBD kota Pagaralam 2014 sebesar Rp500 juta ini ternyata mengundang mengundang pertanyaan sejumlah kalangan. Ketua LSM Indonesia Publik Service watch (IPSW) Kota Pagaralam, M. Helmi HZ mengatakan, menjelang akhir tahun hendaknya SKPD yang ada lebih baik memprogramkan berbagai kegiatan yang lebih berhubungan dengan masyarakat luas.

“Kalau saya menilai, studi banding itu lebih terkesan seperti jalan-jalan dan menghabiskan sisa anggaran,” singkatnya.

 

TEKS    : ANTONI STEFEN

EDITOR   ; RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *