Seismik 3D Karbela Pakai SK Gubernur Terbaru

PT Elnusa Tbk selaku pelaksana Survey 3D Karbela Pertamina membayar ganti rugi di Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, kemarin. | Foto : Dok KS

PT Elnusa Tbk selaku pelaksana Survey 3D Karbela Pertamina membayar ganti rugi di Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, kemarin. | Foto : Dok KS

PALI – Meski tidak ada protes warga terkait tarif lama pembayaran ganti rugi survey seismik, PT Pertamina EP melalui PT Elnusa Tbk justru mulai memberlakukan tarif baru pembayaran ganti rugi survey seismik 3D Karbela Pertamina EP. Sesuai SK Gubernur Sumsel nomor 19/2014 ganti rugi titik bor berubah menjadi Rp 50.000/titik.‎ Sebelumnya dalam SK Gubernur nomor 25/2009 titik bor hanya dihargai Rp 25.000,-/titik.

‎Pemberlakuan tarif baru ini diungkapkan oleh Adhie Salahudin Ahmad, Chief Humas PT Elnusa Tbk selaku pelaksana Survey 3D Karbela Pertamina saat pembayaran ganti rugi di Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Kamis (9/10).

“Meskipun surveinya sudah lama, tapi sesuai aturan dalam SK tersebut pembayarannya kita gunakan tarif baru,” kata Akyas.

Dalam SK gubernur tersebut, lanjut Adhie, hanya tarif titik bor saja yang berubah dari Rp 25 ribu menjadi Rp 50ribu. Sementara tarif meter maju tetap diberlakukan tarif lama yaitu Rp 5.000/meter.

Kenaikan tarif ini disambut baik oleh warga Desa Simpang Tais. Seperti diungkapkan kepala desa‎ Sururi.

“Kami tentu saja menyambut gembira kenaikan ini sebab jumlah ganti rugi menjadi bertambah,” ungkapnya.

Menurut Sururi, sebenarnya warga sudah lama menginginkan perubahan harga ganti rugi ini mengingat SK gubernur yang lama (SK Nomor 25/2009) sudah tidak sesuai lagi karena dikeluarkan lima tahun yang lalu. Dengan keluarnya SK baru tersebut membuat penerimaan warga menjadi bertambah.

“Kami sangat berterima kasih pada gubernur yang menyesuaikan tarif itu,” tambah Sururi.

Senada juga disampaikan Sumardi (42), warga desa‎ yang sama. Menurut Sumardi peningkatan jumlah ganti rugi ini sangat membantu dirinya yang kesulitan akibat jatuhnya harga karet.

“Lumayan buat nambah pendapatan, soalnya harga getah karet murah nian. Apalagi kami tidak dirugikan secara ekonomis. Elnusa cuma numpang melewatkan kabel saja. Tidak ada tanaman kami yang terganggu, lahan kami juga tidak ada yang berkurang,” ujarnya.

‎Pelaksanaan survey 3D Karbela Pertamina EP di Desa Simpang Tais ini dilakukan sejak Mei 2014 yang lalu. Survey yang dilakukan oleh PT Elnusa EP ini melewati 784 persil lahan warga. Lahan warga tersebut terkena lintasan kabel survey. Tidak ada pengrusakan terhadap lahan warga yang dilalui. Dari sejumlah persil tersebut sudah dibayarkan semua oleh PT Pertamina EP melalui PT Elnusa Tbk selaku pelaksana.

Survey ini dalam rangka mencari sumber minyak baru di kabupaten PALI dan Muaraenim. Diharapkan dengan survey ini bakal menambah sumber minyak di dua kabupaten tersebut.

 

TEKS   : INDRA SETIA HARIS

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *