Program e-KTP, November, Mulai Cetak di Daerah

Ilustrasi E-Ktp | ist

Ilustrasi E-Ktp | ist

EMPAT LAWANG – Hasil rapat koordinasi kependudukan nasional 2014, direncanakan November mendatang sistem Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP sudah bisa langsung dicetak di daerah. Dengan demikian, mulai dari perekaman data hingga proses cetak bakal dilakukan di kabupaten/kota masing-masing.

“Ya, informasi dari rapat itu. November kita sudah bisa cetak di daerah, untuk E-KTP,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Empat Lawang, H Kipli, Kamis (9/10).

Dijelaskannya, sejak dimulainya program e-KTP sampai sekarang, wajib KTP di Empat Lawang yang sudah melakukan perekaman data hampir 90 persen. Selebihnya belum, kemungkinan karena belum tahu dan kurang sosialisasinya.

Mengenai alat pencetakan sendiri lanjut Kipli, memang belum ada di daerah. Sehingga Disdukcapil Empat Lawang, masih menunggu petunjuk untuk proses pencetakan yang dilakukan November mendatang. Pasalnya, untuk proses pencetakan perangkat harus sudah bisa online. “Kesiapan perangkatnya dahulu yang utama, kita susah apalagi listrik sering padam,” sesalnya.

‪ Kipli menambahkan, saat ini Disdukcapil tengah memulai kembali pendataan. Sasaran utama adalah warga yang belum merekam data diri e-KTP. Sementara untuk yang belum menerima fisik e-KTP, tinggal menunggu pencetakan saja dan masih bisa menggunakan KTP manual.

Disdukcapil Empat Lawang terangnya, bakal berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan/desa untuk mencari tahu warga yang belum merekam data diri. Sasaran diutamakan kepada masyarakat berusia lanjut atau uzur. “Yang tidak tahu dan kesulitan karena sudah tua akan mendapat perhatian lebih,” imbuhnya.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, masih banyak wajib KTP di Empat Lawang, belum memilik e-KTP. Pasalnya, program dimaksud sempat terkendala sistem ditingkat kecamatan. Tidak sedikit alat perekaman e-KTP rusak atau hilang, selain itu kondisi listrik di sejumlah wilayah belum memungkinkan karena sering byar pet.

Keluhan lainnya, warga yang sudah mendapatkan e-KTP pun banyak yang kecewa. Karena hasil cetakan, terdapat kesalahan mulai dari tanggal lahir, nama, jenis kelamin dan alamatnya. Perbaikan juga belum jelas, terpaksan warga kembali menggunakan KTP manual dari Disdukcapil.

“Syukur kalau sudah bisa cetak sendiri, tentu akan lebih mudah membuat E-KTP. Kalau seperti sekarang repot, kita dibuat menunggu tanpa kejelasan,” sesal Yadi (40), warga Kelurahan Pasar Tebing Tinggi.

 

TEKS        : SAUKANI

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *