Di Muara Enim, 291 Hektar Hutan Terbakar

ebakaran lahan di sebuah lahan kosong tepatnya di belakang Hotel Tripika, Kelurahan Inderalaya, Kecamatan Inderalaya, Ogan Ilir (OI) | Dok KS

Ilustrasi Kebakaran Hutan | Dok KS

MUARAENIM – Dinas Kehutan (Dishut) Kabupaten Muaraenim mencatat, ada sekitar 291 hektar hutan di Muaraenim yang terbakar selama musim kemarau, dalam beberapa bulan terakhir. Kebakaran itu, sebagian disebabkan adanya oknum warga atau kelompok yang membuka lahan untuk perkebunan dengan cara membakar lahan, sehingga api melahap hutan yang lain.

“Total ada sekitar 291 hektar hutan yang terbakar, dengan rincian lahan perkebunan 190 hektar, lahan gambut 70 hektar, hutan produksi 31 hektar,” kata Kepala Dishut Kabupaten Muaraenim, Rustam Effendi saat dibincangi di kantornya, Kamis (9/10).

Rustam menerangkan, untuk lahan perkebunan yang terbakar seluas 190 hektar, berada di Kecamatan Gelumbang yakni areal perkebunan kelapa sawit milik PT Rumpun Enam Bersaudara (R6B) seluas 150 hektar dan PT Sumatera Asia Mandiri (SAM), seluas 40 hektar.

Untuk hutan produksi yang terbakar jelasnya, sebanyak 31 hektar. Dimana, 25 hektar dikelola PT Bukit Asam (BA). Sementara enam hektarnya berada di Suban Jerijih, dikelola PT Musi Hutan Persada (MHP), berupa tanaman akasiah.

“Kita berupaya semaksimal mungkin agar kebakaran hutan tidak kembali terjadi, seperti dengan mengeluarkan surat edaran atau himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan selama musim kemarau ini,” jelas Rustam.

Sementara untuk titik api (hotspot) sebut Rustan, di September lalu terpantau ada 255 titik api di Muaraenim. Namun bulan ini, mengalami penurunan yakni hanya ada 37 titik api yang berada di Kecamatan Gelumbang. “Hasil pantauan kita, titik api terbanyak ada di Kecamatan Lubay. Disana banyak masyarakat membuka lahan gambut untuk perkebunan, dengan cara membakar,” tukasnya.

 

TEKS           : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *