2013 Rugi Rp 2 M, SPBU PDPDE Kembali Operasi

SPBG

Ilustrasi SPBG | Foto : Dok KS

PALEMBANG – Usai adanya penghentian operasional di SPBU milik PDPDE dan Prodexim pada 7 Oktober lalu, kini manajemen PDPDE menggandeng Pertamina, untuk bersiap membuka kembali operasional SPBU di akhir bulan ini juga.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Prodexim sekaligus Ketua Pemulihan SPBU PDPDE, Muchlis Diponegoro didampingi dengan Komisaris SPBU PDPDE, Caca Ica Saleh dan Muhar Lakoni di ruang rapat kantor SPBU PDPDE, Kamis (9/10).

Menurut Muchlis, SPBU tersebut sudah tidak beroperasi selama beberapa hari lalu, akibat adanya masalah internal antar manajemen yang berimbas pada pengelolaan SPBU yang tidak baik.

“Masalah ini sudah mulai tercium pada 2013 lalu. Bahkan kondisi keuangan di SPBU ini goyang sejak 2013. Terlihat ada kerugian yang mencapai Rp 2 miliar tahun lalu. Kami sudah coba lakukan pemulihan manajemen pada awal 2014 namun tidak bertahan, dan akhirnya awal Oktober kemarin pun SPBU ini berhenti operasi,” kata Muchlis.

Pihaknya kini bekerjasama dengan PT Pertamina, untuk mengaktifkan serta mengoperasionalkan kembali SPBU itu. “Kini sedang di audit oleh akuntan publik. Kami minta bantuan Pertamina, untuk selesaikan masalah SPBU ini. Ada tiga tim yang dibentuk untuk pemulihan manajemen, kami usahakan satu bulan sudah selesai dan akhir bulan ini sudah beroperasional kembali,” jelasnya.

Ia menuturkan dengan waktu yang singkat, pihaknya akan menyusun kembali manajemen di SPBU PDPDE itu. Pihaknya sudah lakukan kerja sama operasional dengan PDPDE Hilir dan akan segera digerakkan tim teknis mengenai kelayakan peralatan di SPBU tersebut.

“Agar tidak berlarut-larut, Pertamina patok bisa selesaikan selama dua minggu. Dan dijanjikan bisa selesai pada akhir bulan, sudah bisa beroperasi dan dibuka seperti biasa,” ungkap Muchlis.

Dikatakannya lagi, perusahaan tersebut sebelumnya selalu eksis dan meningkat bahkan dibilang untung. Pada 2013 lalu, rata-rata penjualan mencapai 40 ton per hari, dan juga pernah sampai 60-70 ton.

“Nanti ketika buka kembali, kami targetkan bisa mencapai 50 ton per hari. Dalam perharinya juga Pertamina bisa memasok 32 ton premium, 16 ton solar, 16 ton pertamax dan pertamax dex,” bebernya.

Nanti usai dibuka kembali, pihaknya akan segera merestrukturisasi manajemen, efisiensi cost dari audit sehingga faktor kegagalan manajemen SPBU itu tidak terjadi kembali. Mengenai gaji karyawan yang belum dibayar selama dua bulan, Muchlis menuturkan, pihaknya menunggu hasil audit.

“Tapi nantinya akan segera dibayar juga akhir bulan ini. Ada 24 karyawan yang akan dibayar gajinya. Nah setelah pelunasan, maka mereka akan mengikuti seleksi karyawan SPBU itu oleh Pertamina. Jika lulus akan bekerja kembali, tapi jika tidak maka akan di PHK,” tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *