Terkait Kasus Korupsi Dana KUR, Oknum BRI Siap Dipanggil Kejaksaan

 

 

Ilustrasi Kejaksaan | Ist

Ilustrasi Kejaksaan | Ist

KAYUAGUNG – Pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kayuagung, menyatakan siap dipanggil penyidik kejaksaan negeri (Kejari) Kayuagung, terkait kasus penggelapan dana kredit usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan BRI Kayuagung bagi 21 kelompok anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Mekar Sari di Desa Mekar Wangi, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) senilai Rp10,5 milyar, yang diduga di korupsi oleh panitia pengurusan KUR Desa Mekar Wangi yang diketuai oleh H Sutiyono.

 

Selain ketua panitian KUR H Sutiono,  salah satu oknum pegawai  BRI Cabang Kayuagung yang menangani dana KUR tahun 2009  berinisial BAM, diduga terlibat dalam kasus tersebut, bahkan saat ini BAM sudah dikeluarkan dari Bank BRI Kayuagung.

“Kasus ini sedang ditangani Kejaksaan negeri Kayuagung, jika memang dimintai klarifikasi oleh kejaksaan kita siap, dan siapapun yang dipanggil harus siap memenuhi pangilan tersebut,” kata kepala cabang BRI Kayuagung  Yunefridel, saat ditemui usai penarikan undian SIMPEdes periode pertama Rabu (8/10).

 

Pihak BRI tidak mau berkomentar banyak terkait kasus tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kejaksaan.

“Saya tidak mau memberikan statemen yang kontraproduktif dengan proses penegakan hukum yang saat ini sedang berjalan,” ujarnya.

Mengenai jumlah Dana KUR yang sudah disalurkan ke eminjam di Kabupaten OKI menurut dia sangat banyak.

“Dana KUR yang sudah kita salurkan  sangat banyak, tapi saya lupa jumlah besaranya, saya tidak mau berspekulasi karena saya sedang tidak pegang datanya, kalau kredit yang macet ya banyak sama seperti pinjaman nasabah biasa, Saya tidak maun memberikan komentar terkait hal-hal yang saya tidak pegang datanya,  karena statemen itu harus bisa dipertanggung jawabkan,” ungkapnya.

Mengenai proses hukum yang sekarang sedang berjalan pihaknya sangat  hormatinya.

“Kita dukung supremasi hukum, jangan sampai statemen kami kontraproduktif dengan kejaksaan,  untuk lebih validnya silahkan tanya ke pihak kejaksaan,” terangnya.

Terkait oknum BRI berinisil BAM  yang disebut-sebut terkait dalam kasus penggelapan dana KUR itu, pihaknya mengaku tidak tahu.

“Saya tidak tahu siapa nama oknum BRI yang disebut-sebut itu, kalo masalah penegakan hukum tanya ke kejasaan saja yang lebih falit, kalu ada panggilan dari kejaksaan saya kira siapapun harus siap,” jelasnya.

Sebelumnya  para pengurus KUD Mekar Sari baik yang lama maupun barusudah dimintai keterangn di Kantor Kejari Kayuagung, dilanjutkan dengan tim penyidik yang dipimpin Ilyas Situmorang dan Ahmad Sazili,  turun langsung ke lapangan guna melakukan pemeriksaan terhadap semua anggota KUD tersebut yang meminjam Uang KUR tersebut pada  Selasa (23/9). Selanjutnya Kejari juga memanggil Sutiyono untuk diperiksa.

Kepala Kejaksaan Negeri Kayuagung Viva Hari Rustaman melalui Kasi Pidsus Eddowan mengaku serius menangani kasus penggelapan dana KUR tersebut.

“Kita ingin permasalahan ini tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan dengan seadil-adilnya, kasus ini masih dalam  proses penyelidikan yang sedang kita lakukan, Sekarang Sutiyono sedang kita periksa di kantor Kejari,” tegas Eddowan.

Dugaan korupsi  dana KUR BRI ini terungkap setelah pihak BRI Kayuagung selaku penyalur mengirimkan surat ke KUD Mekar Sari, dimana dalam surat tersebut dinyatakan bahwa KUD Mekar Sari belum juga melunasi pinjaman hingga batas akhir kredit, sehingga pihak bank mengenakan pinalty selama 2 tahun dan berkewajiban melunasi pinjaman dan membayar denda.

Padahal, berdasarkan keterangan dari para peminjam yang tak lain adalah anggota KUD Mekar Sari, bahwa mereka hanya meminjam uang senilai Rp1,5 miliar untuk 3 kelompok anggota KUD pada tahun 2009 dan telah melunasinya pada tahun 2012 lalu, sehingga terjadi selisih senilai Rp9 Milyar dan dananya entah kemana. Guna menyelesaikan permasalahan tersebut selanjutnya diadakan pertemuan antara pihak BRI dengan para peminjam di aula KUD Mekar Sari, Kamis (11/9).

Namun sayangnya, pada pertemuan yang berlangsung selama hampir 2 jam tersebut belum diperoleh titik terang karena Ketua Panitia Pengurusan KUR KUD Mekar Sari H Sutiyono, tidak hadir. Begitupun Bambang selaku pihak BRI yang saat itu mencairkan proses pinjaman bagi masyarakat Mekar Wangi. Warga menduga, ada permainan antara pihak Panitia Pengurus KUR dengan oknum pihak BRI, karena pada saat pengusulan pinjaman terjadi manipulasi data dan anggota KUD yang tidak menerima data pinjaman terpaksa ikut mengangsur. Jika tidak, maka sertifikat tanah, rumah dan kebun mereka yang menjadi agunan terancam tidak dikembalikan.

Ketua KUD Mekar Sari, Wakri didampingi Bendahara, Mukliadi mengatakan berdasarkan data yang ada di KUD, anggota KUD Mekar Sari yang memang mengajukan pinjaman ke BRI Kayuagung hanya 3 kelompok yang beranggotakan 30 orang, selebihnya tidak pernah mengajukan dan menerima dana pinjaman, namun memang oleh Panitia Penyalur, sertifikat mereka ikut menjadi agunan karena tanpa sepengetahuan pihak pengurus KUD.

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *