Kualitas Udara di OKI Sedang

Ilustrasi Alat uji Kualitas Udara | Dok KS

Ilustrasi Alat uji Kualitas Udara | Dok KS

KAYUAGUNG – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyatakan bahwa kualitas udara di Bumi Bende Seguguk hingga saat ini dalam kategori sedang. Hasil pengukuran kualitas udara selama dua hari pada 21 dan 22 September lalu, menunjukkan pada angka 90 pertikulat.
Demikian dikatakan Kasubid Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan BLH OKI, Mita Triyani, SSi, kepada Kabar Sumatera, Rabu (8/10).

Wanita berambut pendek ini, merincikan ketegori kualitas udara, menurut dia. Bila angka menunjukka dan 0 sampai 50 udara kualitas udara tersebut dikatakan baik, 50 sampai 100 kategori sedang, 101 sampai 200 buruk, 201 sampai 300 tidak sehat dan 300 ketas berbahaya.

“Nah hasil pengukuran udara di Kabupaten OKI pada angka 90 artinya masuk kategori sedang” kata Mita Triyani.

Kata Mita, untuk bisa melakukan pengkuran kualitas udara setiap saat tidak bisa dilakukan oleh pihaknya. Karena kata dia, BLH OKI tidak memiliki alat pengukur udara.

“Waktu itu kita bekerjasama dengan BLH provinsi Sumsel, yang alatnya didatangkan dari provinsi. Saya rasa tidak hanya di OKI melainkan kabupaten lain juga tidak memiliki alat tersebut, buktinya BLH provinsi sering datang ke kabupaten/kota lain untuk melakukan pengukuran kualitas udara,” terangnya.

Lanjut dia, penyebab buruknya kualitas udara tak lain disebabkan masih banyaknya titik api di wilayah OKI. Menurut dia, dari hasil pantau di Desa Riding beberapa waktu lalu ditemuikan sekitar 57 titik api.

“Itupun bisa dikatakan sudah mengalami pengurangan,”ujarnya.

Sambung dia, untuk memperbaiki kualitas udara sekaligus mengantisipasinya dengan cara jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Ataupun dengan sengaja membakar lahan.

“Ya, itulah solusi pencegahannya jangan membuka lahan dengan cara membakar,” tandasnya.

Terpisah Direktur PDAM Tirta Agung, Abdul Kohar, melalui Direkrur bidang umum, Banarinato, mengatakan, bila sejauh ini kualitas dan asap menjadi penggangu dalam aktivitas pada musim kemarau ini. Pihaknya menjamin kualitas air PDAM masih baik, walaupun sumber air yang dialirkan kepada pelanggan berasal dari air sungai yang keruh.

“Kualitas air dari PDAM masih baik, jernih tak keruh, walaupun sumber airnya dari air sungai komering yang keruh. Tapi kan kita berikan obat penjerni terlebih dahulu sebelum didistribusikan,” ujar Banarianto.

Pantauan di lapangan di sungai komering, kondisi air terlihat keruh. Dan bewarna kekuningan, masyarakat yang bermukim disepanjang aliran sungai beraktivitas masih menggunakan air tersebut. Baik untuk mandi, cuci pakaian bahkan berkumur dan gosok gigi. Mereka tidak khawatir dengan kondisi air keruh tersebut mempengaruhi kondisi kesehatannya, seperti diare dan muntaber.

Padahal belum lama ini, salah satu warga Pedamaran 5, telah meninggal akibat muntaber, sementara jumlah pasien diare di RSUD meningkat hingga 30 persen.

 

TEKS  : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *