Khawatir Jalan Terancam Longsor, Pengerukan Terlalu Tanah Diprotwes Warga

Aktifitas Pengerukan Tanah di pinggir jalan menuju Desa Tanjung Baru, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI). | Foto : Joen KS

Aktifitas Pengerukan Tanah di pinggir jalan menuju Desa Tanjung Baru, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI). | Foto : Joen KS

INDERALAYA – Akibat pengerukan tanah yang terlalu dalam akibatnya mendapat protes warga. Hal itu terjadi di pinggir jalan menuju Desa Tanjung Baru, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Protes ini dilakukan, karena warga khawatir pengerukan tanah tersebut dapat bisa mengakibatkan badan jalan longsor. “Lihat saja dalamnya sudah lebih dari empat meter. Seharusnya tidak boleh sedalam ini,” ujar  Intan, Warga Tanjung Baru, Rabu (8/10) kemarin.

Ia menambahkan, dengan kondisi tersebut, warga khawatir akan terjadi longsor dan mengakibatkan akses menuju jalalan baru terputus. “Kami takut bisa longsor,” keluhnya.

Salah satu sopir pengangkut tanah yang menolak namanya disebutkan mengaku tidak tahu menahu tentang hal tersebut. Dia mengatakan kalau dirinya hanya menjalankan pekerjaan. “Tanah ini akan dibawa ke jembatan Tanjung Baru yang masih dalam tahap pembangunan itu mas. Itu aja yang saya tahu, kalau saya hanya mengerjakan saja” ujarnya mengelak disalahkan.

Terpisah, M Ilham Toha, Pjs Kepala Desa Tanjung Baru, mengatakan pihaknya sama sekali belum pernah ditemui, apalagi mengeluarkan izin pengerukan. “Jangankan memberi izin, pihak pekerja saja sama sekali belum menemui saya,” ujarnya.

Seharusnya, menurut Ilham minimal pihak pekerja melakukan korodinasi dengan pemerintah desa setempat, sehingga tidak menjadi persoalan di belakang hari. “Ya paling tidak assalammualaikum dulu. Ini tidak ada sama sekali. Kan, pengerukan berada di Desa kita, sudah menjadi kewajiban pengusaha itu datang ke kita untuk minta izin,” ujarnya.

Disinggung lahan yang digali dan diambil tanahnya tersebut milik siapa, dia mengaku tidak tahu persis. “Setahu saya, beberapa tahun lalu tanah itu milik almarhum Madoher, dan memang sudah dijualnya. Tapi, saya tidak tahu persisi, dia jualnya itu tanahnya saja, apakah seluruhnya,” tukasnya.

 

TEKS   : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR  : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *