Jamaah Haji Sumsel akan Diperiksa Dahulu Sebelum Bertemu Keluarga

Ilustrasi Jemaah Haji | Dok KS

Ilustrasi Jemaah Haji | Dok KS

PALEMBANG – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumatera Selatan (Sumsel), telah menyiapkan teknis penyambutan kedatangan jamaah haji debarkasi Palembang. Diantaranya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, kepada jemaah haji yang tiba di Bandara Internasional SMB II, Palembang.

Tujuannya untuk menghindari penyebaran Virus Eboola ke Sumsel yang dibawa jemaah haji dari tanah suci, meskipun sebetulnya belum ada jemaah haji Sumsel yang dilaporkan mengidap Virus Eboola.

“Jemaah haji kloter pertama diperkirakan akan tiba di Palembang pada 11 Oktober, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sudah stand by kan untuk memeriksa jemaah haji, untuk antisipasi penyebaran virus eboola,” terang Kasubag Informasi dan Humas Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel, Saefudin Latief saat dihubungi Rabu (8/10).

Diterangkan Saefudin, setelah dilakukan pemeriksaan, para jemaah haji akan dibawa ke Asrama Haji Palembang untuk beristirahat sembari menunggu barang bawaan. Akan tetapi, para jemaah haji, boleh meninggalkan barang bawaan mereka terlebih dahulu untuk selanjutnya barang-barang tersebut diurus keluarga masing-masing.

“Kita menghimbau kepada keluarga jemaah haji untuk tidak berbondong-bondong menyambut keluarga mereka, karena panitia telah siap semua untuk mengurusnya. Keluarga jemaah haji boleh saja menemui, akan tetapi hanya perwakilan saja yang mengurus barang bawaan jemaah haji,” tegas Saefudin.

Untuk mengambil barang bawaan jemaah haji, keluarga jemaah haji harus menyertakan paspor jemaah haji tersebut. Karena, apabila tidak disertai dengan paspor, maka akan menyulitkan proses pengambilan barang bawaan jemaah haji itu sendiri.

Disinggung mengenai kesiapan panitia, lanjut Saefudin, seluruh panitia juga diwajibkan untuk menggunakan masker atau penutup hidung akibat pekatnya asap yang menyelimuti Bandara Internasional SMB II Palembang saat ini. “Hal itu dilakukan, untuk langkah antisipasi dan sebagai menjalankan tanggungjawab,” tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *