Alex Noerdin Dituding Terima Fee terkait Dugaan Korupsi Wisma Atlet

Alex Noerdin Gubernur Sumsel | Dok KS

Alex Noerdin Gubernur Sumsel | Dok KS

JAKARTA – Nama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin kembali disebut-sebut dalam kasus dugaan korupsi pembangunan wisma atlet di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang untuk pelaksanaan SEA Games 2011 lalu.

Orang nomor satu di Sumsel itu disebut oleh mantan Bendahara DPP Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin saat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (8/10). Nazaruddin yang merupakan terpidana dalam perkara yang sama, terlihat sudah tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.15 WIB, dengan menumpang mobil tahanan.

Dia membenarkan, akan diminta keterangannya untuk Rizal Abdullah yang merupakan Ketua komite pembangunan wisma atlet. Nazaruddin mengungkapkan bahwa dia kemungkinan akan ditelisik soal keterlibatan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin. “Kasus wisma atlet ini kemungkinan yang mau diapakan itu gubernur Sumsel, terus berapa yang Pak Alex Noerdin mungkin terima. Itu yang mungkin ditanya KPK,” ujar Nazar seperti dikutip vivanews.com.

Terkait proyek pembangunan itu sendiri, Nazar membenarkan bahwa Alex Noerdin menerima fee 2,5 persen. Selain Alex, dia juga menyebut ada sejumlah anggota DPR lain yang juga menerima aliran dana, yakni Mirwan Amir, Olly Dondokambey dan Wayan Koster. Nazar sendiri mengaku heran kenapa mereka belum dijadikan tersangka dalam perkara ini. “Ada jin apa yang melindungi kan,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha yang di konfirmasi, membenarkan adanya pemeriksaan Nazaruddin tersebut. “Diperiksa sebagai saksi untuk RA (Rizal Abdullah),” kata Priharsa.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Rizal Abdullah resmi ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dugaan korupsi dalam pembangunan Wisma Atlet di Jakabaring dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2010-2011.

Rizal merupakan selaku komite pembangunan Wisma Atlet di Jakabaring dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumatera Selatan itu. KPK menyangkakan Rizal melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Diketahui, dalam persidangan Manager Marketing PT DGI, Mohammad El Idris, Rizal Abdullah mengaku mendapatkan uang sebesar Rp400 juta secara bertahap dari El Idris. Uang tersebut merupakan komisi pembangunan proyek Wisma Atlet. Selain itu, Rizal juga mengungkapkan perihal fee sebesar 2,5 persen dari uang muka proyek sebesar Rp33 miliar untuk Alex Noerdin.

Dibantah

Sebelumnya saat diperiksa KPK pada 8 Maret 2012 lalu, Alex membantah menerima fee dari pembangunan wisma atlet. “Ya pasti ditanya lah (penyidik) ya. Jadi kalau memang tidak ya tidak (tidak terima),” ujar Alex saat itu seperti dikutip inilah.com.

 

Teks    : Dicky Wahyudi

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *