Nilai Tukar Petani Sumsel Lebih Baik

Ilustrasi Petani | Foto : Dok KS

Ilustrasi Petani | Foto : Dok KS

PALEMBANG – Untuk nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 100,78 persen pada bulan September 2014, ini lebih baik dibandingkan pada tahun 2012. Namun dibandingkan dengan sebelumnya, NTP turun sebesar 0,61 persen yang disebabkan karena adanya penurunan indeks harga yang diterima petani secara umum mengalami kenaikan.

“Penurunan nilai NTP bulan September 2014 ini terjadi karena (It) secara umum mengalami penurunan 111,79 persen atau turun 0,39 persen dibandingkan bulan Agustus 2014. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada September 2014 mengalami kenaikan 0,22 persen. Kenaikan Ib terjadi baik pada kelompok konsumsi rumah tangga maupun kelompok BPPBM yaitu masing-masing 0,27 dan 0,13 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Bachdi Ruswana, Selasa (7/10).

Ia mengatakan, penurunan NTP ini karena nilai indek harga yang diterima petani secara umum, lebih tinggi dari kenaikan indek harga yang dibayar petani.

 

“NTP yang dipantau setiap bulannya menunjukkan angka yang berubah-ubah. Penurunan NTP pada umumnya terjadi ketika panen raya, namun tidak lama kemudian naik,” ujarnya.

Baehdi Ruswana menjelaskan, fluktuasi harga komoditas konsumsi rumah tangga dan biaya produksi serta penambahan barang modal juga mempengaruhi tinggi rendahnya NTP.

Selain itu perkembangan nilai tukar petani padi dan palawija cukup berfluktuasi, namun kemampuan nilai tukarnya masih lebih baik dibandingkan tahun dasar 2007.

“Hal tersebut ditunjukkan dengan besaran nilai tukar petani padi dan palawija di atas 100,” katanya.

Nilai tukar petani padi dan palawija pada September 2014 sebesar 107,11 persen berasal dari perbandingan antara indeka harga yang diterima petani padi dan palawija terhadap indek harga dibayar petani tersebut untuk konsumsi rumah tagga dan biaya produksi.

“Jika dibandingkan dengan bulan september 2012, NTP padi dan palawija mengalami penurunan sebesar 0,66 persen,” katanya.

NTP hortikultura Sumsel pada September 2014 sebesar 108,38 persen, bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya mengalami peningkatan sebesar 0,15 persen.

“Komoditas hortikultura meliputi sayur-mayur dan buah-buahan. Dimana pada September 2014 indek harga komoditas sayur-sayuran dan buah-buahan meningkat masing-masing 1,37 dan 0,84 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, indek harga dibayar petani hortikultura pada September 2014 sebesar 111,52 persen atau naik 0,22 persen terutama karena meningkatnya indek harga konsumsi rumahtngga sebesar 0,26 persen.

Sementara, pantauan harga pedesaan di 47 kecamatan yang tersebar di 11 kabupaten di Sumsel, NTP di provinsi itu pada September 2014 sebesar 100,78 persen yang menunjukkan daya beli petani semakin baik.
TEKS    : AMINUDDIN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *