Inflasi Kota Palembang Naik

Ilustrasi Inflasi | Ist

Ilustrasi Inflasi | Ist

PALEMBANG – Pada September 2014 ini Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan mencatat inflasi di Kota Palembang sebesar 0,47 persen atau naik 0,37 persen dari bulan lalu. Kelompok yang mengalami peningkatan indeks harga ini terdiri dari kelompok makanan, tranportasi, dan perumahan.
Kepala BPS Sumsel, Bachdi Ruswana mengatakan, lajunya inflasi kumulatif di Kota Palembang pada September ini menjadi 2,48 persen, sedangkan dibandingkan pada tahun 2013 hanya 3,25 persen. Penyebab inflasi September terjadi karena juga disokong dari adanya peningkatan harga terhadap andil inflasi tertinggi pada kelompok bahan bakar rumah.
“Inflasi pada September ini relatif terkendali dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, kondisi indeks harga konsumen (IHK) sebesar 0,87. Peningkatan IHK tertinggi masih pada kelompok makanan jadi seperti rokok, beras, cabai merah, dan tarif listrik,” katanya, Selasa (7/10).
Dia menambahkan, meningkatnya inflasi di Kota Palembang tidak terlepas dari dengan banyaknya event-event yang di gelar. Akibatnya, permintaan terhadap sejumlah komoditas meningkat dan membuat harganya naik.
“Ada sebanyak 386 komoditas yang kami pantau di Palembang serta 252 komoditas di Kota Lubuk Linggau,” ujarnya.
Dari pantauan itu, Bachdi menambahkan, terdapat 95 komoditas yang mengalami kenaikan harga di Palembang, seperti daging ayam ras, bawang putih dan cabai merah.

Sementara untuk Kota Lubuk Linggau terdapat 46 komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti bahan bakar rumah, semen, semangka, dan beras.
TEKS :AMINUDDIN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *