Gelar Kongres I di Palembang, KMP Dituding Lakukan Politik Balas Dendam

Ilustrasi Koalisi Merah Putih | Ist

Ilustrasi Koalisi Merah Putih | Ist

PALEMBANG – Kondisi perpolitikan nasional dinilai Jaringan Nasional Indonesia Baru (JNIB), tak lagi sehat. Bahkan JNIB menuding, ada pihak yang sengaja mengarahkan untuk mengembalikan kekuatan orde baru, sinyalemen itu ditunjukkan dengan sikap sejumlah partai politik (parpol) di DPR yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP).

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) DPP JNIB, Nachung Tadjudin menyebut parpol yang tergabung dalam KMP saat ini, sudah melakukan politik balas dendam bukan lagi berjuang untuk kepentingan masyarakat.

Karenanya, masyarakat harus ikut menjadi penyeimbang kekuatan di luar parlemen. Sehingga hak-hak rakyat tidak hilang, seperti hilangkan hak konstitusi masyarakat untuk memilih pemimpinnya secara langsung setelah disahkannya Undang-Undang (UU) tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

”Kita semua melihat bagaimana UU MD3 dipaksakan, untuk secepatnya diberlakukan. Begitu pula dengan UU Pilkada, yang menyetujui pilkada dkembalikan ke DPRD. Hal ini jelas merupakan bentuk pengambilalihan hak demokrasi dan hak partisipatif rakyat, dalam bidang politik,” kata Nachung yang dibincangi, Selasa (7/10) .

Karenanya terang dia, masyarakat perlu mengambil langkah dengan melakukan konsolidasi melakukan perlawanan. “DPP JNIB , sudah menginstruksikan kepada semua pengurus JNIB di provinsi seluruh Indonesia, untuk melakukan aksi serentak pada 30 Oktober nanti guna melakukan perlawanan terhadap tindakan-tindakan anggota DPR RI yang coba mengembalikan neo orde baru,” ujarnya.

JNIB sendiri sebutnya, awalnya adalah salah satu kelompok relawan pendukung pasangan Jokowi-JK. Usai Pilpres jelasnya, JNIB bertransformasi menjadi organisasi masyarakat (Ormas). Saat ini keberadaan JNIB, ada di seluruh Indonesia.

Bahkan sebut Nancung, JNIB adalah salah satu dari tujuh organisasi yang masuk dalam Rumah Aspirasi yang diketuai Surya Paloh. “JNIB didirikan, untuk mengawal program-program pemerintahan Jokowi-JK agar berjalan dan pro rakyat. JNIB juga ditugaskan untuk menyerap aspirasi masyarakat, untuk disampaikan ke rumah aspirasi yang kemudian diteruskan ke presiden terpilih, Jokowi,” ujarnya.

Kongres I

Sementara itu Ketua Panitia Kongres I JNIB, Novembriano menyebut, Palembang akan menjadi tuan rumah Kongres I JNIB yang akan digelar 28-30 November mendatang. “Kongres ini, akan diikuti semua kepengurusan JNIB di Indonesia. Di kongres inilah, kita akan memilih ketua umum,” terangnya.

Rencananya terang dia, Kongres I JNIB tersebut dihadiri presiden terpilih, Jokowi atau Ketua Rumah Aspirasi, Surya Paloh. “Di kongres itu juga, akan dirumuskan sejumlah program-program JNIB,” tukasnya.

 

TEKS        : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR      : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *