Fasilitas Anggota DPRD Sumsel, Dari Mobil Hingga Uang Sewa Rumah

Ilustrasi Anggota DPR | Dok KS

Ilustrasi Anggota DPR | Dok KS

PALEMBANG – Sejumlah fasilitas sudah menunggu anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2014-2019, walaupun belum banyak kinerja yang ditunjukkan para wakil rakyat tersebut. Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, fasilitas yang akan diterima anggota dewan tersebut diantaranya mobil dinas, pakaian dinas, fasilitas ruang pribadi seperti komputer, AC, lemari es.

Selain itu, ada juga uang sewa rumah bagi anggota dewan. Nilainya Rp 12, 5 juta perbulan. Ada juga dana aspirasi, jumlahnya fantastis yakni Rp 5 miliar pertahun. Pantauan Kabar Sumatera, Selasa (7/10), di ruang pribadi dewan mayoritas fasilitas sudah lengkap yang merupakan peninggalan anggota dewan sebelumnya. Namun satu unit komputer yang disediakan periode sebelumnya, “hilang”.

Sementara mobil dinas, di periode sebelumnya, 75 anggota dewan mendapatkan mobil dinas jenis Isuzu Panther dan Kijang Inova. Dari 75 mobil dinas itu, masih puluhan unit lagi yang dipegang anggota DPRD Sumsel periode 2009-2014 yang terpilih lagi.

Sementara untuk uang sewa rumah, anggota DPRD Sumsel yang dibincangi, kemarin mengaku belum mendapatkannya. “Belum ada, kita belum menerima uang sewa rumah dan fasilitas lainnya seperti pakaian dinas jenis PDH dan PDL,” kata Zainuddin, anggota DPRD Sumsel dari Fraksi Partai Demokrat.

Zainudin adalah anggota DPRD Sumsel periode sebelumnya, yang terpilih kembali. Ia mengaku, diperiode lalu uang sewa itu diberikan bersamaan dengan gaji yang diterima setiap anggota dewan perbulannya. Namun di periode sekarang, tunjangan rumah itu belum didapatkan. “Uang tunjangan rumah ini diberikan, inklup untuk fasilitas di dalamnya namun belum kita dapatkan,” jelasnya.

Bagaimana dengan mobil dinas ? ia mengaku, mobil dinas yang dipinjamkan kepadanya di periode lalu sudah dikembalikan ke Sekretariat Dewan (Setwan). “Sudah saya serahkan, karena itu aturannya. Namun belum diserahkan kembali ke anggota,” ujarnya.

Mengenai dana aspirasi, Zainuddin menyebut dana tersebut tetap akan diberikan. Di periode sebelumnya jelas dia, setiap anggota dewan mendapatkan “jatah” Rp 5 miliar pertahun. Pada 2015 mendatang diprakirakan jumlahnya tidak akan mengalami peningkatan.

Namun sebut Zainuddin, mekanisnya berubah jika dibandingkan sebelumnya. “Sebelumnya, dewan bisa menentukan program apa, yang digunakan untuk dana aspirasi itu, misalnya untuk pembangunan masjid, jalan, bantuan sosial atau lainnya. Namun sekarang, tidak bisa lagi. Semuanya untuk infrastruktur dan diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Sumsel,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sumsel, Ramadhan S Basyeban yang dibincangi terpisah, tidak mau memberikan komentar terkait fasilitas-fasilitas yang diberikan kepada anggota dewan tersebut.

 

TEKS           : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *