Disperindagkop Palembang : Kenaikan Elpiji 3 Kg Hanya Isu

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Wacana pemerintah pusat, untuk menaikkan harga elpiji tabung 3 Kilogram (Kg), menurut Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang, hanya isu saja.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Disperindagkop Palembang, Juni Haslani menyebut, sejauh ini belum ada rencana kenaikan harga. Karena elpiji 12 Kg baru saja naik, September lalu. “Belum ada. Itu hanya isu, biasaya kalau mau naik Pertamina memanggil kami untuk mendiskusikannya, itu tidak benar,” kata Juni yang dibincangi, kemarin.

Juni berharap, masyarakat jangan mudah percaya dengan isu kenaikan harga elpiji 3 Kg tersebut. Karena, hal itu bisa dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk meraup keuntungan. “Kalau warga panik, ,aka banyak oknum nakal yang akan menaikkan harga. Elpiji 3 Kg di pasaran, masih tetap yakni Rp 15-17 ribu per tabung,” terangnya.

Menurut Juni, stok elpiji 3 kg di metropolis masih tetap aman. Sebutnya, distibusi dari Pertamina ke agen-agen masih tetap lancar. Bahkan stok elpiji 3 Kg, sudah ditambah saat kenaikan harga elpiji 12 Kg lalu. “Stok gas aman. Sejauh ini tidak ada hambatan apapun,” ujarnya.

Apakah harga gas elpiji 3 Kg akan naik dalam waktu dekat, Juni menyebutkan, pihaknya tidak berani berspekulasi karena itu kewenangan pemerintah pusat dan Pertamina. “Yang menentukan itu pusat, bukan kami. Yang pasti, hingga sekarang pemerintah pusat masih subsidi soal harga elpiji 3 Kg,” sebutnya.

Juni menghimbau, pengusaha tetap menggunakan elpiji 3 Kg, begitu juga dengan masyarakat yang sudah mampu. Jangan sampai beralih ke elpiji 3 Kg. “Elpiji 3 Kg, hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Jadi bagi mereka yang kehidupannya sudah layak jangan merubah haluan, karena harga elpiji 12 Kg naik,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *