Anggota Dewan Jangan “Asbun”

LUBUKLINGGAU – Pernyataan anggota DPRD Lubuklinggau dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) disalah satu media lokal yang menyebutkan Dinas Sosial (Dinsos) mencueki korban kebakaran di Jalan Amula Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Jumat (3/10), membuat Dinsos Lubuklinggau, geram.

Sebab kata Kepala Dinsos Lubuklinggau melalui Kepala Bidang (Kabid) Bantuan Sosial (Bansos), Indra Syafei, Dinsos tidak pernah mencueki korban bencana. Ketika ada laporan dari masyarakat menurut Indra, pasti ditanggapi.

“Anggota dewan itu, jangan asal bunyi (asbun) kalau tidak tahu apa-apa. Selama ini, kita tidak pernah menunda bantuan kepada korban bencana baik itu korban kebakaran, banjir maupun tanah longsor. Jadi, jangan asbun,” kritik mantan anggota DPRD Mura ini.

Menurut Afek, sapaan Indra Syafei, seharusnya anggota dewan berfikir dan melihat dulu apa yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau selama ini terhadap korban kebakaran.

Bahkan klaimnya, berkat kerja keras Dinsos, selama enam tahun kota berslogan sebiduk semare mendapat bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH). “Kita terus berjuang untuk mensejahterakan rakyat, PKH itu bukan main kerasnya perjuangan kita untuk mendapatkannya. Sebab tidak semua kabupaten/kota di Sumsel mendapatkannya,” jelasnya.

Afek juga menyebut, selama ini Dinsos selalu tanggap memberikan bantuan secara langsung kepada korban bencana. Bahkan minggu lalu, wali kota sudah memberikan bantuan tersebut secara langsung. “Karenanya dia sebelum berkomentar mengenai kepedulian pemkot terhadap masyarakat, harus menggunakan akal sehat dulu,” ujar Afek.

Sementara itu, Anggota DPRD Lubulinggau, Suhada beberapa kali di konfirmasi Kabar Sumatera melalui teleponya, tidak ada jawaban kendati handphone (HP) nya dalam keadaan aktif.

 

TEKS         : T MASRI SYAH

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *