Terkait Kasus Bansos TIK, Giliran Kepala Diknas Muara Enim Bakal Diperiksa

MUARAENIM – Orang nomor satu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muaraenim, Hamirul Han telaj dijadwalkan akan dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Muaraenim sebagai saksi terkait kasus penyimpangan Bantuan Sosial (Bansos) Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) untuk e-learning dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp 3,348 milyar.

Sebelumnya Kabid Sarana dan Prasarana (Sapras) Y dan Kepala Seksi (Kasi) Sapras ZN, sudah ditetapkan oleh Kejari sebagai tersangka bersama empat orang lainnya dari penyedia barang dan jasa.

“Ya, kita telah kirimkan surat panggilannya pada Rabu (1/10) lalu. Sedangkan untuk pemeriksaannya dijadwalkan Rabu nanti (8/10),” kata Kepala Kejari Muaraenim, Adhyaksa Darma Yuliano, Jumat (3/10).

Adhyaksa menerangkan, Kepala Diknas Muaraenim itu dipanggil penyidik untuk dimintai keterangannya dengan status sebagai saksi untuk tersangka Y dan Zn. Dijelaskan Adhyaksa, Hamirul dengan kapasitasnya sebagai pimpinan kedua tersangka, dibutuhkan keterangannya.

“Jadi, keterangannya sangat diperlukan penyidik. Seberapa jauh, dia mengetahui bawahannya itu, Y dan Zn. Kasus ini, akan kita terus kembangkan penyelidikannya. Tidak menutup kemungkinan, ada tersangka baru,” terang Adhyaksa.

Mengenai, pemanggilan 62 kepala sekolah (kepsek) di Muaraenim yang menerima bansos TIK, hingga hari ini jelasnya, penyidik telah melakukan pemeriksaan setengahnya. “Senin dan Selasa nanti, penyidik masih melanjutkan pemeriksaan kembali kepala sekolah tersebut,” tukasnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *