Makam Keramat Masih Terabaikan

Makam Usang Sungging yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Batu. Kondisi makam tersebut hingga saat ini terlihat masih belum terurus secara layak. | Foto : Joen KS

Makam Usang Sungging yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Batu. Kondisi makam tersebut hingga saat ini terlihat masih belum terurus secara layak. | Foto : Joen KS

INDERALAYA – Beberapa makam bersejarah yang ada di Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI) saat ini kondisinya memperihatinkan. Padahal, makam tersebut merupakan asset budaya daerah yang patut dilestarikan.

Hal itu seperti terlihat di Makam Usang Sungging yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Batu. Kondisi makam tersebut hingga saat ini terlihat masih belum terurus secara layak. Bahkan, untuk menuju makam tersebut, warga kesulitan lantaran cukup jauh.

Syaibi Habri, Ketua Lembaga Adat Kelurahan Tanjung Batu, Jumat (3/10), mengatakan, pihaknya telah berupaya sepenuhnya untuk tetap menjaga dan mempertahankan aset budaya tersebut. Diakuinya, apa yang selama ini sudah di lakukan oleh lembaga adat

sejatinya harus mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“Kita ketahui di Kecamatan Tanjung Batu sendiri banyak makam Keramat yang bersejarah, seperti makam Usang sungging di Tanjung Batu, makam Syaid umar Baginda Sari di Desa Tanjung Atap, makam Putri Pinang Masak di Desa Senuro, makam Darah Putih di Desa Burai, dan lainnya.

Kita berharap, pemerintah melalui lembaga yang berkompeten memperhatikan dan menjaga peninggalan bersejarah tersebut. Kepada masyarakat juga harus mempunyai peranan di dalam membantu pemerintah dalam melestarikan aset budaya itu,” ajaknya.

Ia menambahkan, saat berkunjung ke Makam Usang Sungging yang terletak di seberang Kelurahan Tanjung Batu, jarak tempuh yang diperlukan untuk menuju makam tersebut sekitar satu jam.

“Karena lokasi makam berada di area perkebunan karet yang di sekelilingnya masih terdapat pelataran hutan belantara. Jarak tempuh yang lama tersebut disebabkan belum dibukanya akses jalan menuju makam tersebut,” pungkasnya.

 

Teks    : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *