Kasus Kebakaran di Sumsel Meningkat

Helikopter saat Melakukan Pengisian Air Untuk Memadamkan Api di Jalintim | Foto : Dok KS

Helikopter saat Melakukan Pengisian Air Untuk Memadamkan Api di Jalintim | Foto : Dok KS

PALEMBANG – Kasus kebakaran hutan mupun pembakaran lahan, ternyata bukan hanya terjadi di luar daerah, hal yang sama juga terjadi di perbatasan wilayah Kota Palembang, seperti di kawasan Jakabaring dan Kelurahan Karja Jaya, Kecamatan Kertapati. Hal itulah yang menyebabkan kabut asap semakin parah di Metropolis.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Palembang, Rika Trisna mengatakan, pada umumnya kabut asap yang melanda ibu kota Sumsel ini, disebabkan asap kiriman dari berbagai daerah di Sumsel, termasuk juga asap dari Riau.

“Tapi, yang membuat asap semakin parah adalah di daerah perbatasan, misalnya di Karya Jaya. Disana ada lahan yang cukup besar dan terbakar. Tidak tahu apa penyebabnya, yang pasti hal itu yang memperburuk udara di Palembang, “kata Rika, Jumat (3/10).

Rika menyebutkan, kondisi kebakaran di Palembang saat ini sudah masuk dalam kategori tanggap darurat. Artinya, kebakaran bisa saja terjadi kapanpun. Apalagi hujan belum turun. “Catatan kami, kebakaran lahan sepanjang September sudah 36 kasus, sementara untuk total kebakaran hingga Oktober 2014 ini sudah mencapai 137 kasus kebakaran. Termasuk juga kebakaran rumah penduduk dan lainnya,” sebutnya.

Rika mengaku, angka tersebut terbilang tinggi jika dibandingkan tahun 2013 lalu. Karena hingga akhir Desember 2013 total kebaran hanya 122 kasus. “Meningkat drastis. Angka itu akan kembali meningkat apabila hujan tak kunjung turun. Kami prediksi bisa mencapai 160 kasus kebakaran hinggan akhir Desember nanti,” akunya.

Ditanya apakah armada yang dimiliki BPBPK Palembang sudah ideal untuk menanggulangi wilayah Palembang, Rika menjawab jauh dari angka ideal. Karena, hingga saat ini jumlahnya baru 17 unit mobil pemadam kebakaran dan dua fire boat yang stand by di Sungai Musi. “Tapi, jika dibandingkan daerah selain Sumsel, armada kami yang paling baik. Selain itu jumlah personil kami yang paling banyak, yakni 400 personil,” bebernya.

Rika menambahkan, apabila masyarakat mendapati ada oknum yang melakukan pembakaran lahan, diharapkan dapat melapor ke pihaknya dan akan ditindak tegas. “Yang pasti akan kami tangkap dan akan diserahkan ke kepolisian. Jadi jangan takut untuk melapor, karena kondisi cuaca kota Palembang sudah sangat parah, hal terbukti tingginya penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” tukasnya.

 

TEKS          : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *