Jalan Poros kecamatan Pangkalan Lampam Diselimuti Debu

Jalan poros Desa Riding, kecamatan Pangkalan Lampam-Sungai Baung Air Sugihan saat ini penuh oleh debu-debu.| Foto : Doni Afriansyah

Jalan poros Desa Riding, kecamatan Pangkalan Lampam-Sungai Baung Air Sugihan saat ini penuh oleh debu-debu.| Foto : Doni Afriansyah

KAYUAGUNG – Selama musim kemarau bukan hanya kabut asap akibat pembakaran lahan yang dikeluhkan masyarakat, tetapi warga juga mengeluhkan jalan poros yang berdebu sehingga berdampak buruk pada kesehatan masyarakat terutama para pengguna jalan dan warga yang tinggal di pinggir jalan.

Pantauan Kabar Sumatera, kemarin kondisi jalan poros yang berdebu terutama jalan yang masih dalam proses pengerasan, karena cuaca panas yang sudah berlangsung selama kurang lebih dua bulan, membuat jalan tersebut berdebu, apalagi saat dilalui oleh kendaraan roda empat, seperti yang terjadi di jalan poros Desa Riding, kecamatan Pangkalan Lampam-Sungai Baung Air Sugihan, pengedara motor harus memakai masker agar tidak terhisap debu jalan. Beberapa titik jalan poros Pampangan-Tulung Selapan juga terlihat berdebu.

Kondisi ini dikeluhkan oleh warga terutama masyarakat yang tinggal di pinggir jalan, karena selain membuat rumah kotor, juga sangat membahayakan kesehatan, bahkan sangat membanggu pandangan para pengedara, karena jarak padang hanya 10 meter saja ketika ada mobil yang melintas.

“Kepulan debu sangat tebal jika ada kendaraan mobil yang melintas. Beberapa titik yang debunya sangat tebal yakni jalan poros mulai dari Desa  Riding – Sungai Baung,  beberapa titik dari Desa Ulak Depati- Tulung Selapan,” kata Mujianto warga Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam.

Bahkan bebera warga sengaja memasang karet ban atau balok kayu di pinggir jalan tepat didepan rumahnya masing-masing agar para pengedara mobil tidak melintas dengan kecepatan tinggi.

“Kalau ada mobil lewat dengan kencang, pasti debunya langsung mengepul lebih banyak, hal ini sangat membahayakan kesehatan anak-anak, makanya kami pasang ban agar pengedara tidak ngebut,” ujarnya.

Sebagaian warga sebetulnya berterimakasih pada pemerintah yang sudah berupaya membangun jalan poros yang selama ini mengalami kerusakan, tetapi masyarakat berharap kontraktor bisa mengerti keadaan.

“Paling tidak disiram satu hari tiga kali agar debunya tidak mengepul, hal ini juga bisa membahayakan pengendara, karena jarak pandang hanya 10 meter kalau ada mobil yang melintas,” tambah Rudi warga Pangkalan Lampam.

Dengan kondisi jalan yang berdebu tersebut, warga mengkhawatirkan terjadinya kecelakaan akibat tertutupnya pandangan dari dua arah yang berlawanan.

“Kita khawatir dengan kondisi debu yang tebal, bisa saja sampai menyebabkan kecelakaan,” tuturnya, seraya mengatakan selain khawatir terjadi kecelakaan, warga juga menyayangkan harus setiap hari  menghirup debu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI HM Lubis mengatakan, debu dengan kadar yang tinggi dapat membahayakan kesehatan terutama dapat menyebabkan sesak nafas hingga sakit pernafasan atau penyakit paru.

“Selain gangguan pernafasan, debu  bisa menyebabkan diare terutama bagi anak-anak,” katanya.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *