Dampak Kemarau Panjang, Warga Masak Pakai Air Galon

Ilustrasi Air Siap Minum (ASM) | Dok KS

Ilustrasi Air Siap Minum (ASM) | Dok KS

INDERALAYA – Musim kemarau yang berkepanjangan membuat banyak sumur milik warga di Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengalami kekeringan. Akibatnya, warga terpaksa membeli air galon untuk minum dan memasak lantaran sulitnya mendapatkan air bersih.

Hal tersebut dialami Wagiyem (30), warga Kelurahan Timbangan Kecamatan Inderalaya, Ogan Ilir (OI). Menurutnya, sudah dua bulan terakhir sumur sedalam 2,5 meter yang terletak di depan rumahnya kering.

Bahkan, dirinya beserta tiga anaknya menggunakan air yang tersisa di dalam sumur untuk kebutuhan mandi cuci kakus (mck). Padahal kondisi air sumur tersebut tidak layak pakai berwarna keruh kecoklatan dan saat digunakan cenderung gatal.

“Ya terpaksalah pakai air sumur ini meskipun warnanya coklat karena kering. Memang agak gatal cuma karena terbiasa tidak masalah. Kalau untuk minum dan memasak kita beli air galon Rp5 ribu/galon. Dalam seminggu saya bisa beli 4 galon. Jadi sekadar air saya harus mengeluarkan uang Rp20ribu padahal penghasilan kami sebagai buruh dengan anak tiga hanya Rp 1juta,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, untuk mendapatkan air bersih sangat sulit, menurutnya untuk mendapatkan satu tangki air bersih harus membeli Rp200-Rp300ribu/tangki dengan jumlah air sebanyak 5000 liter.

“Saya maunya beli air bersih satu tangki. Tapi uangnya dari mana,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan Sesanti, warga Desa Ibul Besar Kecamatan Pemulutan. Menurutnya, kanal yang berada di dekat rumahnya sudah kering sejak sebulan lalu, namun masih bisa digunakan untuk mencuci dan mandi. Sementara keperluan memasak dan minum dirinya terpaksa membeli air galon dengan harga Rp4ribu jika minta diantar ke rumah harganya Rp5ribu/galon.

“Saya inikan buruh upahan nebas, setiap tahun selalu mengalami nasib yang sama di musim kemarau kering musim hujan kebanjiran. Memasak minum pakai air galon, kalau memaksa pakai air kanal yang kering kami takut banyak penyakit tidak bersih. Tolonglah kepada pihak terkait agar memperhatikan hal ini. Bisa memberikan air bersih secara gratis,” katanya.

Terpisah, Direktur PDAM Tirta Ogan, Zulkarnain mengatakan bagi yang membutuhkan air bersih bisa menghubungi kantor PDAM.

“Kalau beli kita jual Rp250-300ribu/5.000liter air tapi kalau memang kondisinya darurat kita gratiskan. Namun sampai saat ini belum ada yang menghubungi kantor mengabarkan bahwa kondisinya gawat darurat air,” ungkapnya.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *