Banyak Tempat Usaha tak Miliki SITU

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Palembang mengingatkan para pengusaha rumah makan, restoran, cafe dan lainnya di metropolis untuk memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU).

Kepala BKPMD Palembang, Ridwan mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya saat ini pertumbuhan rumah makan dan cafe di Palembang berkembang pesat khususnya di kawasan tempat berkumpulnya anak muda. “Contohnya di Kambang Iwak (KI). Bisa kita lihat, banyak sekali cafe maupun restoran, nah berdasarkan data kami masih ada yang belum memiliki SITU,” kata Ridwan, Jumat (3//10).

Ridwan menghimbau, pengusaha dapat segera mengurus SITU sehingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak membongkar paksa tempat usaha tersebut. “Saya tegaskan pengusaha ikuti aturan, jangan sampai kami tutup. Tetapi walaupun demikian, langkah persuasif akan dilakukan yakni melalui Surat Peringatan (SP) satu dan dua. Saat SP ketiga diberikan, kita akan usulkan ke wali kota untuk membongkar tempat usaha itu. Sat Pol PP lah, yang mengesekusinya,” jelas Ridwan.

Selain di kawasan KI terang sambung Ridwan, ada lagi tempat usaha yang dinilai belum miliki SITU yakni di kawasan Ogan Permata Indah (OPI) Jakabaring. “Disana daerah berkembang, kami harap pengusaha dapat mematuhi aturan yang ada,” ucap Ridwan tanpa menyebutkan berapa banyak tempat usaha di Palembang yang belum memiliki SITU.

Selain persoalan SITU, Ridwan menyebut banyak tempat usaha di kota empek-empek ini yang tidak memiliki lokasi parkir. Padahal, setiap tempat usaha harus miliki lahan parkir.”Aturannya jelas, setiap usaha dipinggir jalan pembangunannya minimal tujuh meter masuk kedalam. Artinya, lahan didepannya masih luas dan itulah yang dijadikan tempat parkir,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Masripin Toyib membenarkan masih banyak usaha yang tidak miliki lahan parkir. “Seperti di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, disana cukup banyak rumah toko (ruko) berdiri. Tapi, lahan parkirnya tidak ada,” jelasnya seraya menyebut, Dishub terangnya, sudah mengantisipasi itu dengan cara menerapkan sistem parkir paralel sehingga tidak memakan badan jalan.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *