Warga Dua Desa di OKI Bentrok, Tiga Warga Luka Bacok

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

KAYUAGUNG – Dua kelompok warga dari desa berbeda yakni kelompok Asnawi dari warga Desa Kayulabu dengan kelompok Gustrin dari SP4 Tanjung Makmur, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (1/10) sekitar pukul 11.00 WIB terlibat bentrok.

Akibatnya, tiga warga dari kedua kelompok tersebut mengalami luka bacok yang cukup serius hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, dan rumah sakit di Palembang.

Warga yang mengalami luka masing-masing Asnawi dari kelompok warga Kayulabu, ia kini dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Palembang. Hal yang sama dialami Gustrin dan Sukoco, yang merupakan kakak dan adik. Keduanya, harus menjalani perawatan medis di RSUD Kayuagung, akibat luka bacok yang cukup serius.

Informasi yang dihimpun di lapangan, pasca terjadinya bentrok antara kedua kelompok warga ini, situasi di dua desa tersebut sudah kondusif. Tidak ada serangan ataupun kejadian susulan dari kedua kubu yang bertikai. Pihak kepolisian pun sudah mengambil langkah mediasi, guna menyelesaikan permasalahan yang diduga dipicu oleh kepemilikan lahan tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Pedamaran Timur, Ipda Tarigan RC yang dibincangi Kabar Sumatera, Kamis (2/10), membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, keributan itu terjadi hanya antara kedua kelompok itu saja tanpa melibatkan warga lain, dari Desa Kayulabu maupun Desa SP4 Tanjung Makmur.

“Ini hanya bentrok dua kelompok, bukan antar desa. Permasalahannya diduga saling klaim kepemilikan lahan antara Asnawi dengan Gustrin. Karena keduanya saling ngotot, maka terjadilah keributan di kediaman Gustrin,” terang Tarigan.

Akibat keributan itu, kata Tarigan, Gustrin yang juga mantan Kepala Desa (Kades) SP4 Tanjung Makmur mengalami luka gores senjata tajam, begitu juga adiknya bernama Sukoco menderita luka bacok atas serangan dari kelompok Asnawi.

“Asnawi juga tak luput dari senjata tajam, dia juga mengalami luka dan kini menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Palembang,” terang mantan Kasat Tahti Polres OKI ini.

Dikatakan Tarigan, saat ini kondisi di dua desa cukup kondusif dan warga sudah beraktifitas seperti biasanya. “Warga yang lain tidak terlalu pusing, karena permasalahan ini hanya melibatkan dua keluarga tersebut. Warga juga tidak mau terprovokasi dengan adanya permasalahan yang terjadi. Namun demikian, kami tetap mengupayakan penyelesaian masalah antara keluarga Asnawi dengan keluarga Gustrin ini,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kepolisian Resort (Polres) OKI, AKBP Erwin Rachmat yang hendak di konfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP N Ediyanto ketika dihubungi kemarin sore, tidak memberikan jawaban. Saat dihubungi di nomor 081278832006, HP tersebut tidak mengangkat walau dalam keadaan aktif.

Terpisah, Direktur RSUD Kayuagung, dr Fikram ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pasien yang sempat dirujuk ke UGD RSUD Kayuagung karena mengalami luka bacok.
“Kalau yang hanya luka lecet masih kita rawat, namun yang mengalami luka bacok sudah kita rujuk ke rumah sakit di Palembang. Rujukan itu atas permintaan keluarga pasien sendiri, karena takut bertemu dengan keluarga pasien yang menjadi lawannya,” tukansya.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH
EDITOR    : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *