“Jangan Percaya Calo CPNS !”

Ilustrasi

Ilustrasi

PAGARALAM – Maraknya informasi beredar terkait adanya ruang gerak oknum yang tidak bertanggung jawab yang dapat meluluskan para calon peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dengan imbalan sejumlah uang hingga membuat Wali Kota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni geram. Ida berharap agar masyarakat dapat mewaspadai adanya upaya yang dilakukan oknum-oknum yang dapat meloloskan tes CPNS 2014.

“Jangan sampai tertipu, mengingat hampir setiap pelaksanaan tes CPNS ada saja calo yang bergentayangan. Mereka mencari korban masyarakat yang masih saja percaya penerimaan CPNS ini bisa diatur asal ada imbalannya,” kata Ida, kemarin (2/10).

Bahkan lanjutnya, imbalannya pun tidak tanggung-tanggung dan dipatok hingga ratusan juta rupiah. Meski begitu, saat ini dikhawatirkan sudah ada kasak-kusuk hingga membuat pihak yang ingin masuk dengan cara khusus itu.

“Tidak menutupkemungkinan, ada peserta yang sudah menjual lahan perkebunan atau sawah, menggadaikan rumah untuk menyetor demi memenuhi keinginan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut. Padahal hal itu tidak ada ubahnya dengan spekulan. Kalau lulus orang yang bersangkutan mengambil uangnya, tapi kalau tidak lulus si oknum pun siap mengembalikannya,” beber Ida.

Guna meminimalisasi kecurangan itu kata Ida, sejauh ini pemerintah telah mempersiapkan penerimaan dengan cara baru yakni sistem Computer Assited Test (CAT). Semuanya demi mencari aparatur negara yang tangguh dan berwawasan serta pandai.

“Dibutuhkan peserta saat ini bukan menjual rumah, tanah, kebun, sawah, dan lainnya. Melainkan kepandaian dan kecerdasanla yang dibutuhkan, sehingga kelulusan itu benar-benar murni tanpa embel-embel suap dengan jumlah tertentu,” kata Ida seraya berujar yang lebih kasihan lagi nanti sudah kehilangan sawah, kebun, atau rumah, jadi PNS juga tidak.

Kendati demikian, Ida menyarankan bila ada oknum yang menawarkan hal dimaksud agar segera mungkin melaporkan kepada pihak berwajib.

“Jika ada oknum yang coba-coba menjadi calo, segera laporkan ke pihak berwajib, karena hal itu sama sekali tidak benar,” pesannya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *