Hati-Hati, Surat Tanah Banyak Ganda

Ilusrasi

Ilusrasi

INDERALAYA – Masyarakat diminta hati-hati saat membeli tanah di Kabupaten Ogan Ilir (OI), jika tidak mau bermasalah di kemudian hari. Pasalnya, hingga saat ini, tanah tersebut banyak memiliki sertifikat ganda.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kabupaten Ogan Ilir, Jakun Edi, Kamis (2/10), kemarin.

Menurutnya, selama enam bulan menjabat Kepala BPN di Ogan Ilir, banyak sekali menemukan surat menyurat tanah yang ganda. “Ya, baru 6 bulan jabat, banyak temuan sertifikat tanah ganda. Pembeli tanah harus hati-hati,” tuturnya.

Ia menambahkan, hal itu disebabkan lantaran berpisahnya Ogan Ilir dari Kabupaten Ogan Komering Ilir pada tahun 2004 lalu. “Rata-rata yang bermasalah ini surat menyuratnya di bawah tahun 2004 atau tahun 90-an,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat harus hati-hati membeli tanah. “Yang paling utama harus teliti, apakah surat itu asli atau tidak, jika perlu cek terlebih dahulu ke BPN, biar jelas, apakah tanah itu bermasalah atau tidak,” paparnya.

Terpisah, Akmal mengaku, tanah pamannya diserobot oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Paman saya itu, sepuluh tahun yang lalu beli tanah seharga Rp10 juta, nah, bulan puasa kemarin, berencana ingin buat sertifikat. Eh, tau-taunya tanah itu sudah bersertifikat dengan nama orang lain,”tuturnya.

Kejadian serupa juga diungkapkan, warga Inderalaya yang sementara waktu, namanya tidak mau dikorankan. Menurutnya, keluarganya membeli tanah di Desa Tanjung Seteko yang masuknya lewat perumahan RS Bakti Guna.

“Itu sudah lama sekali belinya, dan sudah lama juga tidak dilihat lokasi tanah itu, nah baru-baru ini, keluarga saya mau lihat tanah itu, dan rencananya akan dibangun rumah. pas kita datang ke sana, sudah dibangun rumah. Keluarga saya ini kebingungan, kalau bukti-bukti pembelian, kemarin ada dia,” paparnya

 

TEKS    : JUNAEDI ABDILLLAH

EDITOR  : SARONO P SASMITO

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *